PANTAI DAN KAMU

by - 20.28

Kau bilang pantai dan bibir senja ditakdirkan sebagai dua pepatah paling agung bagi mereka yang jatuh cinta sekaligus patah hati. Pantai tetap diam di tempatnya walaupun senja bertugas hanya di waktu-waktu tertentu saja. Meski begitu pantai tidak pernah mengeluh. Baginya, kedatangan senja adalah yang selalu ditunggu. Dia obat bagi cedera jiwa terampuh, pengingat bagi para pelupa, juga pemindai memori paling setia. 

Rongga-rongga karang, aroma asin air laut, denyut struktur pasir dan debur yang berbisik, juga kita yang selalu ingin menikmati petang tanpa penghalang, kau bilang semua itu juga tercatat di garis jodoh. Aku selalu percaya semua yang terlontar dari pintu napasmu itu. Bahkan sampai jejak kakimu tak lagi sejajar dengan jejak kakiku setiap kali kupijak pantai di sore hari untuk meretas kenangan. Kenangan atas senja yang sangat kau gilai.

Pantai, katamu adalah lokasi terbaik untuk saling berbicara. Tentang buih yang memintal puisi, tentang mimpi, cinta, luka, rasa, dera, kisah-kisah picisan sepasang manusia, dan kerelaan ketika ditinggalkan. Katamu jika kau pergi, pantai masih bisa kuandalkan sebagai penghubung antara kata dan kita. Antara ada dan tiada.

Sekarang....
Aku tidak mengeluh lagi
Aku tidak sekarat lagi
Rasa kehilangan sudah pergi
Aku juga sudah berbaikan dengan diri sendiri
Lalu di satu titik awal, ada hal yang saat kukatakan padamu, bibirku tidak lagi kelu.

Pantai dan kamu...adalah satu.

You May Also Like

7 komentar

  1. Gw malah binggung mau komentar apaan. Hahahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bingung? Sini pegangan ke aku aja.

      Hapus
  2. Mulai puitis lagi, balik dong kayak dulu nulis yang lucu-lucu gitu.

    BalasHapus
  3. Aku ingin berbisik ketelingamu sebentar.
    Untuk menyampaikan apa yang seharusnya kusampaikan sejak awal
    "SI TAI BISA PUITIS JUGA, YA!"
    HAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kampret luuu hahha emangnya gue cuma bisa koplak di temlen doang? Tapi ini kagak puitis, coeg.

      Hapus