NAMA UNTUK SURATKU

by - 02.37

Isi suratku masih tentang nama dan wajah yang sama. Tentang tubuh tegap dan rahang kokoh. Tentang pelukan dan bibir aroma mint segar, juga tentang ikatan dengan cinta paralel masa lalu. Tapi sekarang seseorang entah dari mana mencoba menuliskan aksara-aksara miliknya di atas carik suratku. 

Aku tidak bisa membiarkan nama itu diukir. Tidak saat ini atau nanti. Orang itu punya hati yang sedang sakit, berlumur penyesalan dan kebencian meski saat kupindai, ada sesuatu yang hangat sekaligus kuat di sana. Tapi lebih dari itu dia tidak boleh melibatkan dirinya bersama suratku. Dia bisa kebingungan jika lama-lama bersama manusia sakit jiwa. Dia bisa tak sengaja kubunuh. Lalu mati tertinggalkan waktu.

Denganku, dia tidak akan merasakan apa itu hidup, percakapan menyenangkan mengenai masa depan, atau ingatan yang secara total tertuju padanya tanpa intervensi. Denganku, yang akan didapatkannya hanya kekosongan dan hal-hal abnormal. Tidak lebih. Memoriku sekarat. Logikaku berkarat.

Kau masih akan terus bersamaku, kan?

Iya. Kenapa?

Ada seseorang yang jatuh cinta padamu

Iya. Aku tahu. Lalu aku harus bagaimana?

Tetap denganku. Kau masih milikku.

Tapi kau sudah mati

Cuma tubuhku.



You May Also Like

0 komentar