KITA, AFEKSI DAN TRANSAKSI

by - 02.33

Kau tahu? Cinta itu lugu, sekaligus emosi paling brutal sepanjang sejarah. Disegani, pelan-pelan bikin manusia jadi bodoh, lalu tertinggal secara mengenaskan dan ujung-ujungnya mati. Mati dipenggal sepi. Sepotong cinta dikolaborasikan dengan taburan renjana dan beberapa tetes hasrat untuk memiliki tidak akan pernah sanggup ditolak siapa pun. Benar-benar dosa tersembunyi. Lebih naif dibandingkan dengan mimpi.

Tapi cinta bukan makhluk tolol. Dia bersedia mengakar untuk sebuah tebusan. Tebusan yang tentu saja sangat mahal dan tidak bisa ditawar. Ada kesepakatan teori bahwa cinta memang harus sedikit licik. Dia tidak mau asal-asalan alias begitu saja menerima transaksi. Bayarannya tidak tanggung-tanggung. Rasa nyeri disakiti, cedera dihajar rindu tanpa henti, waktu yang dipakai untuk memahami, lalu jiwa yang harus rela bertanggung jawab saat sunyi meminta tempat berteduh sampai pagi.

Perjanjianku dengan afeksi pun sudah kepalang tanggung. Begitu juga denganmu dan orang-orang di luar sana yang sudah lebih dulu bereinkarnasi. Lahir kembali setelah ditikam luka dan elegi. Tapi lagi-lagi, semua kembali ke titik awal dengan harus menanggung malu akibat dipecundangi. Iya, cinta itu hebat. Lugas. Culas. Tapi kita butuh dia. Tanpanya, kita cuma raga yang terbengkalai. Tapi dengannya pula, sel sel tubuh tunduk dengan sukarela. Untuknya, puisi-puisi dimodifikasi. Untuknya pula, rindu dirajut dengan sangat teliti.

Aku sih tidak keberatan. Aku belajar bahwa semua hal memang tidak gratis. Cinta juga begitu, mengingat bahwa hati setiap orang tidak ternilai dan memang butuh timbal balik. Setidaknya, dialog-dialog menyenangkan bisa digunakan untuk membungkam kesunyian. Setidaknya, nyeri akibat terlalu dalam merindukan seseorang bisa terganti dengan sebuah pertemuan.

You May Also Like

6 komentar

  1. Wah kata katanya bener bener menusuk hati.. Cinta memang gilak ! Hehehee

    Bagus bahasanya kerennnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih udah mampir dan ngasih komen hehe aku mampir balik yaaa

      Hapus
  2. ssekarang ak dipenggal sepi, nyeri akibat merindumu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyerimu masih lebih ringan. Masih bisa melihat siapa yang kau rindukan...bisa bicara dengannya, bisa memakinya karena membuatmu merasakan rasa sakit itu.

      Hapus
    2. tak bisa melihatmu, izinkan aku memakimu lalu

      Hapus