GEMINI DAN GEMINI

by - 23.40

Day 1

Ada yang pernah bilang bahwa perkenalan pertama dengan si pemilik jiwa tidak akan pernah terduga. Menurutku begitu. Bagaimana denganmu?


I've been watching you all the time. You're Gemini. Am i right?

Who's this?

I'm your secret admirer. Aku juga Gemini. Eh, tau ga? Aku suka sama kamu. Jadi pacarku ya? Btw, bibir kamu seksi.

Dasar cabul!

Amit-amit, sungutku. Itu adalah percakapan pertamaku dengannya lewat dunia maya, dengan dia yang juga seorang Gemini. Si 11 Juni, tepatnya tiga tahu silam. Bukan percakapan biasa, memang. Tuhan kadang suka naeh-aneh. Skenario perkenalan pertamaku dengan dia sama sekali bukan alur yang pernah terlintas di pikiran. Kupikir, desain perjumpaan antara dua jiwa tidak bakal sesembrono itu. Namun beberapa bulan ke depan setelah awal percakapan tersebut, aku tahu dia punya cara-cara unik agar aku mengingat memorinya tanpa ada sedikitpun bagian yang terlewatkan. Belakangan, aku bersyukur karena dia memberiku kepingan-kepngan memori itu agar aku tidak kesepian setelah dia pergi.

Aku ga kenal kamu

Tapi aku tau semua tentang kamu

Yeah, strategi gombal yang payah, Bung. Kalimat itu pasti sering kau umbar pada tiap cewek yang kau ajak kenalan

Cappuccino. Merah. Anime. 

Itu sih, ada di bio twitterku

Kau benci terong. Terong itu lembek.  

Stalker!

I told you. I am your secret admirer. So...mau jadi pacarku?

Mulai jengah, tapi aku tidak khawatir. Orang model begini masih bisa kutangani dengan baik. Palingan tukang ngibul, pikirku. Dia lalu menyebutkan banyak hal yang-seriously-tidak pernah kuumbar di akun sosial mediaku, termasuk fakta dia mengetahui di mana aku tinggal. Oke. Aku mulai ketakutan. Ini berbahaya. Aku berhadapan dengan manusia sakit jiwa!

Gimana? Aku udah nunggu lama. Berbulan-bulan. Dijawab, napa

Apa kau sudah gila? Aku tidak mau berpacaran dengan cowok dunia maya

Oke. Kita ketemu.

Lalu? 

Kamu akan tahu aku serius

Bodoh di tempat lain saja bisa, gak? Aku malas meladeni cowok kayak kamu

Kasih aku kesempatan satu kali saja....dan kau akan jatuh hati padaku

Kepedean!

Bisa kau bayangkan bagaimana ekpresiku saat itu? Aku meradang. Cowok jenis ini memang sudah seharusnya diberi pelajaran, bukan? Tapi oke. Satu kesempatan untuk bertemu cowok sengklek yang entah kenapa malah betah menggangguku setiap hari, bakal kuladeni. Satu kali. Baiklah. Satu untuk yang pertama dan terakhir, setelah itu aku akan bebas mencercanya menggunakan gombalan-gombalan busuk yang selama ini dialamatkannya padaku. Lagian biasanya firasatku tidak pernah salah. Aku tidak akan pernah jatuh cinta padanya. Tidak akan.

Kami bertemu dan aku keliru. Tidak hanya satu kali. Tapi beberapa kali, dengan banyak percakapan konyol tanpa bisa kuprediksi. Lambat laun kusadari sesuatu. Perkiraan awalku meleset. Aku panik. Tunggu. Aku?? Jatuh cinta sama lelaki itu???

You May Also Like

0 komentar