HUJAN DAN TELEPORTASI

by - 22.07

Depa dipangkas. Detik meranggas. Meluncur ke masa lalu dibantu hujan dan gigil. Kabar bagusnya, hujan tidak saja berisi pintalan memori, tapi juga tentang dia dan masa lalu. Masa di mana pada genggaman jemari antara dua manusia penyembuyi perasaan, benda basah itu punya andil besar di sana. 

Aku sedang bosan. Kuputuskan untuk melompat ke masa lalu dibantu hujan yang kali ini menampar jendela dengan ritme sedikit brutal. Biasanya setiap kali memutar proyektor beberapa waktu ke belakang, energiku terkuras habis. Aku mudah limbung dan kehilangan koordinasi. Makanya, aku meminjam aroma rintik biar otakku masih waras ketika kembali.

Rekaman yang disimpan rapi bergantian muncul ke permukaan. Ada aku dan dirinya. Dia, pemeran utama di skenario masa laluku pernah bilang bahwa menggemari hujan adalah opsi menarik. Aku cuma menengadah pada langit dan pura-pura tertarik pada pekat di atas sana. Dialog yang seharusnya dimainkan berdua tinggal monolog basi dan tak punya fungsi. Tololnya seseorang bisa dilihat dari seberapa berani dia mengungkapkan apa yang seharusnya dikatakan. Padahal hujan sudah mau-maunya datang tapi kesempatan terlewatkan begitu saja.

Dia lalu hilang. Berpamitan hanya pada hujan dan bukan padaku. Tapi dia selalu kembali diantar rinai ke depan pintuku, menyunggingkan bibir dan memintaku meretas kenangan. Kurasa, pengungkapan itu tidak dibutuhkan lagi. Ada hujan yang mewakili. Dia mungkin basah dan dingin, tapi kemampuannya menafsirkan rasa bisa dibilang lumayan bagus. Jadi, barangkali besok-besok hujan akan kupinjam lagi. Dan baru kusadari ternyata berteleportasi tidak pernah semudah ini.


You May Also Like

2 komentar

  1. Kepada hujan, yang selalu datang membawa kenangan.
    Akan sebuah rasa, rasa yang tertinggal~~~~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa hujan selalu bawa kenangan, mas Van? Kenapa ga bawa sekeranjang buah buahan aja gt kan laper

      Hapus