TENTANG KITA YANG DIPECUNDANGI WAKTU

by - 23.19


Saat jiwa tumbang akibat digempur keletihan, ada baiknya berhenti sejenak dan mengakui kekalahan. Kita baru saja dilindas jarak, dibungkam rindu, dan dipecundangi mentah-mentah oleh waktu. Barangkali kemujuran masih belum mau tunduk. Katanya, salah siapa besar kepala.

Kau yang berlari mengejar waktu masih terengah, sama lelahnya denganku yang hampir kehabisan amunisi. Jantung dipacu tanpa henti. Impuls-impuls syaraf menegang tanpa kendali. Semuanya kacau dan berantakan. Kukira, mengelabui detik dan memanipulasi lintasan depa sama mudahnya dengan mengikat simpul renjana. Sial. Asumsiku ternyata masih sangat prematur.

Kita menyadari bahwa strategi yang direncanakan sejak awal sama sekali tidak matang. Ada hal-hal kritis yang harus ditanggulangi. Tumpukan hutang atas nama rindu yang belum terbayar, tertundanya pertemuan, dan sejuta kata yang seharusnya kukirimkan namun tertinggal entah di mana.

Logika masih terlalu congkak. Terlalu naif. Aku lupa bahwa jarak, rindu, cinta dan denting bukan pasukan gampangan. Setiap komponennya tangguh dan solid. Setiap unsurnya kuat dan stabil.

Meski dipecundangi, mengalah sejenak mungkin yang terbaik untuk saat ini. Bukan menyerah atau tidak berusaha gigih, tapi memberi kesempatan pada jiwa untuk bernapas dan pulih.




You May Also Like

18 komentar

  1. Gokiiill bang.

    Aku masih ikhlas kalo dipecundangi waktu bang. Kalo dipecundangi gebetan barunya mantan sih ogah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ogah? Bukannya udah ya neng dipecundangi pacar barunya mantan? ahhaahaha

      Hapus
  2. "You may lose the battle, but win the war"

    Mengalah tak selamanya berarti kalah, namum mundur selangkah untuk win the war. set, ready, and go!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ada bang Awal lagi. Ini rikwesan orang bang hahaa

      Hapus
  3. waktu bacanya kok aku merasa ikut terlibat ya?
    mungkin kita mengalami hal yang sama. bedanya, aku nggk bisa menyampaikannya sebagus ini..

    keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Titik tersulit suatu hubungan kayaknya gitu ya bang? Parah bikin otak panas. Eh iya makasih udah selalu mampir ya

      Hapus
  4. tulisannya bikin nyadar akan pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik
    :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahahaha iya..terutama waktu untuk tidur gan

      Hapus
  5. Ini emang IQ gue yang rendah, apa emang gue yang ngga ngerti sendiri ya maksudnya? Haha.

    Keren nih btw. Banyak-banyakin nulis ginian ya. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahahaaah mngkin lo harus ngerasain LDR dl bro

      Hapus
  6. bagus penyampaian nya, btw klo sempat berkunjung ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah berkunjung dan kasih komen bang

      Hapus
  7. Kerasa banget kalau misalkan udah ngedesign/maen game sampe subuh, dijajah waktunya tuh bener-bener, pola tidur ga sehat, dan pagi2nya kemudian tepar, hvt.

    BalasHapus