TENTANG KAMU

by - 22.33

sumber
Pagiku diisi dengan rintihan rindu dan desakan jarak yang sejak malam tadi bergumul tak keruan. Mereka bertengkar, berdebat tentang siapa yang akan lebih dulu menyentuh bibirmu. Rindu, atau kata-kata romantis tentang senja dan konstelasi? 

Aku juga tidak mau kalah. Aku juga ingin menyapa bibir itu tanpa harus berlomba dengan renjana atau depa yang memuakkan. Aku ingin kamu saja, tanpa perantara.

Kuusahakan agar pertikaian antara rindu dan jarak berhenti sebentar. Aku mau leluasa. Aku mau di tempat lengang lalu memikirkanmu tanpa ada gangguan. Kesibukan rutinku cuma itu. Kesibukan yang menguras energiku, melemahkan sel-sel tubuhku, tapi sekaligus menguatkan nyawaku. Menyimpan namamu di kepalaku adalah manifestasi puisi yang tidak pernah basi. Aku lupa sejak kapan kita mengakumulasi jarak dan merangkai simpul-simpul perasaan yang mengakar. Aku lupa sejak kapan kita berdamai dengan waktu dan tidak lagi menantangnya berperang.

Terik kemudian mampir, membawa prosa-prosa lugu dan aku dipaksa membaca deretan paragraf tentang kamu. Lagi-lagi kepalaku tidak diizinkan kosong. Aku jadi pusing, ingin rebah di bahu senja dan mengenyahkan kepenatan akibat belum dapat mencumbu jiwamu.

Malam akhirnya pulang. Aku lega. Setidaknya dia tidak mengejekku akibat diperbudak perasaan terdalam. Malam fasih merapal hati, pandai membaca rasi, tapi tidak membiarkan manusia gelisah terlalu lama. Dia bisa memanipulasi mimpi sebagai obat, mengantarkan pagi dengan selamat dan membawamu agar bersamaku tanpa sekat.


You May Also Like

6 komentar

  1. romantis bgt kak, sukaaa ! ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya deek udah sempetin baca dan kasih komentar. Biasa dek lagi kangen hahahhaa

      Hapus
  2. Beuh. Pasti seneng nih cowoknya dikangenin sampe jadi puisi berhamburan begini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ((berhamburan)) hahahaa. makasih udh mampiiir

      Hapus
  3. aku diperbudak menghirupmu

    BalasHapus