SURAT CINTA UNTUK SAGITARIUS

by - 11.54

Aku tahu seharusnya lafal namamu adalah Sagittarius. Tapi aku sudah terbiasa memahat deretan huruf itu menjadi Sagita. Menurutku lebih dinamis dan enerjik. Awal surat yang membosankan, ya? Maaf. Aku tidak memang tidak pernah becus menulis sesuatu yang melankolis. Anyway, apa kabar? Masih berkutat dengan diktat kuliah? Masih sibuk dengan partitur biola kesayanganmu? Apa kau sehat? Jika waktumu luang, kuharap kau akan tertarik membalas surat ini setelah membaca sampai kata terakhir tanpa membuatku menunggu lama. Nanti aku resah lalu melakukan tindakan memalukan. Jangan tertawa, Sagita!

Oh, ya. Aku sudah mulai diusik oleh jadwal-jadwal kuliah baru, di tempat baru di mana kita makin digilas jarak. Jumlahnya sedikit mengerikan ditambah orang-orang aneh berkeliaran. Di dahi mereka tertancap gelar dosen. Kurasa jadwal-jadwal itu didesain agar mahasiswa pindahan sepertiku cepat mati. Opsi lain selain mati adalah mundurnya satu peradaban akibat terlalu banyak menerima tugas menggelikan. Oke, aku pilih yang kedua saja.

Tapi hal-hal seperti itu belum bisa mengalahkanmu. Memikirkan gadis dengan rasi bintang pemanah masih menjadi nomor urut pertama di daftar kesibukanku. See? Kau masih belum tergeser, setidaknya saat ini. Tetapi aku tidak bisa menjamin. Tahulah, tahun pertama tanpamu dipastikan berat. Kadang-kadang harus kurakit kamuflase agar tidak gila digerus rindu. Setelah itu naik level, yaitu berpura-pura tenggelam di bawah tumpukan partitur Kreisler. Aku baru tahu dampak apa yang bisa ditimbulkan ketika sedang jauh dari seseorang. Jujur, Sagita. Aku masih ingin jadi manusia waras.

Apa kau memang sehebat itu, Sagita? Satu-satunya hal yang paling sering kau lakukan di depanku hanya tersenyum. Cuma itu. Dalam fisiologi, itu hanya sebuah gerakan lengkungan bibir. Semua orang bisa tersenyum. Tapi efek Sagitariusmu berpendar dengan cara berbeda. Aku jadi sering begadang akhir-akhir ini. Aku berpikir keras. Kuseleksi solusi agar perasaanku tersampaikan, agar apa yang didetak jantungku beritme sama dengan degup jiwamu tanpa merasakan nyeri akibat tidak bisa bertemu.

Kita pasti akan saling menggenggam jemari lagi, kan? Ada banyak hal yang masih harus kulunasi padamu. Pertemuan, tawa, juga sebuah perjalanan. Pada saatnya nanti, kurasa, waktu dapat dikalahkan, jarak akan tertaklukkan, dan semua denyut-denyut rindu kita akan terbayar.

You May Also Like

10 komentar

  1. Balasan
    1. Radarnya berfungsi berarti tuh bro hhaa. Makasih sudah baca

      Hapus
  2. "....di mana kita makin digilas jarak"

    Waaaa nyesekk huhu T-T
    Susah ya membiasakan diri jauh dari orang-orang yang biasanya selalu adaT-T

    BalasHapus
  3. Wah ldr juga ya? Sama dong hihi:"D semngat menjalani nya kakak semoga cepat bertemu dan mengggilas jarak diantara kalian ya*apaansih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah kagak, non. Ini ada temen minta dibikinin surat cinta

      Hapus
  4. Pertanyaannya adalah, kapan waktu itu tiba?

    BalasHapus