PATAH HATI SECANGKIR KOPI

by - 21.09

Secangkir kopi pekat sama gelapnya dengan kisah-kisah cinta di luar sana. Suram. Sunyi. Berisi janji yang tak sempat ditepati, juga cedera yang gagal disembuhkan lalu tergeletak sekarat tanpa pertolongan atau belas kasihan. Namun selalu ada yang tidak dapat ditolak manusia dari secangkir kopi, yaitu jatuh hati pada memori sekaligus tersakiti olehnya.

Memori. Tempat di mana data dan cerita disimpan dengan sangat teliti dan rapi. Episode jatuh cinta, penantian, kecemasan yang terus saja mencuri ketenangan, rindu yang terpaksa mengendap juga bab tentang patah hati berkumpul tak terpisahkan. Tapi sekali lagi, secangkir kopi mampu melihat segalanya dari paradigma berbeda. Butirannya adalah energi bagi banyak nyawa yang hampir mati akibat ditikam cinta berulang kali. Seperti reinkarnasi yang mengalami deja vu tanpa henti. Miris, tapi desain perputaran perasaan manusia ditetapkan sedemikian rupa. Tertawa, menangis, jatuh, bangkit, kesepian, hangat dan dingin, berjalan, berlari, lalu berhenti.

Kata secangkir kopi, manusia memang harus merasakan kebahagiaan dan kesedihan secara bersamaan. Mereka bergantian mendewasakan setiap jiwa dengan tawa dan luka. Tawa, endorphin paling bagus agar jantung tetap mendegupkan performa sempurna. Sedangkan luka adalah salah satu bagian integral dari cinta yang tanpanya, perasaan hanya akan timpang alias tidak seimbang. Manusia seharusnya cerdas bersyukur, bahwa secangkir kopi selalu dapat diandalkan sebagai teman sejai sekaligus pereda nyeri.

Saat bibir menyunggingkan senyum, secangkir kopi bertransformasi menjadi molekul berisi cerita paling riang yang pernah ada. Dan saat secangkir kopi mengalami patah hati, dia adalah elemen tergelap di mana cahaya tidak diizinkan masuk.


You May Also Like

2 komentar

  1. Kata secangkir kopi, meskipun pahit, namun tetap dapat dinikmati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan juga selalu disukai. Asek haha. Makasih sudah mampir yaaa

      Hapus