AKU DAN LUPA YANG SAMAR

by - 19.28

Aku pernah panik. Setengah histeris dan hampir saja keluar jalur. Aku melupakan seseorang. Iya. Seseorang yang sangat krusial namun ingatan tentangnya terselip entah di mana. Memori jangka panjang otakku sama sekali tidak bisa menemukan apa-apa. Aku masih panik. Tubuhku menggigil dan pernapasanku tersumbat. Sesak. Aku tidak hanya lupa bagaimana kondisi matahari saat ditundukkan bulan. Aku juga tidak bisa ingat lagi bintang mana yang biasanya tepat di atas langit saat menengadahkan asa. Lupa adalah kondisi paling sengsara. Format kenangan berantakan. Kumpulan sejarah mengabur dan samar.

Menyalahkan waktu bukan predisposisi yang bisa kuambil saat itu. Itu sama saja menyingkirkan komponen inti dari fase-fase kehidupan yang kutapaki sejak lama. Waktu adalah persediaan terakhirku. Dia menyuplai reminisesni yang selama ini terakumulsi. Waktu harus berpihak padaku. Jika dia pergi, aku akan berakhir seperti gembel jalanan yang tidak punya harga sama sekali.

Siapa? Siapa yang kulupakan? Mengapa dia terlupakan? Kenapa dia alpa dari memori yang justru kusimpan rapi? Tetapi aku melihat dia setiap hari. Aku berbicara padanya seperti aku menghirup oksigen. Aku menangis dengannya sama seperti aku berhadapan dengan cermin. Iya. Aku bersamanya, tetapi aku lupa bagaimana definisi jiwanya.

Suatu hari rasa panik itu menerjang lagi. Aku terperanjat saat menatap cermin. Dia yang telah lama luput dari memoriku tampak jelas sedang berdiri. Dia yang aku lupakan. Dia yang terpisah dari dunia nyataku untuk alasan yang kubenci. Dia berubah. Dia juga tidak mengenali dirinya sendiri. Jiwanya yang lama sudah mati, lahir dengan jiwa baru yang pucat dan dingin. Sekarang aku mengingatnya. Dia ternyata adalah aku. Aku yang sudah lama pergi.

You May Also Like

8 komentar

  1. aakkk kata-katanya keren \m/ tapi ngeri. itu maksudnya mati, ruh yang keluar dari jiwanya atau gimana mbak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berubah, mas. Kadang kita semakin ke sini makin berubah kan? ada yg jadi bahagia, sedih, jiwanya hilang, karakternya jg bs ada yang berubah. Ini yg terakhir mungkin gue mas hahhaaa

      Hapus
    2. oh, iya sih bener, baru ngerti gue haha

      Hapus
    3. Gue malah kagak paham sm diri gue sendiri hahahaa

      Hapus
  2. Ijinkan nyimak dan saya gagal paham hihii

    BalasHapus
  3. Keren gi,, gue harus baca dua kali baru bisa paham,, banyak juga kosa kata yg blm gue paham. Keknya gue harus beli ensiklopedia nih, biar punya bnyk kosa kata keren,

    BalasHapus