LUKA SENJA

by - 17.39



Ruang langit petang hari adalah gerbang di mana doa-doa diterjemahkan menjadi bahasa yang bisa diterima nirwana. Dulu, senja tampak baik-baik saja. Setiap hari dikunjungi, plakat gradasi warna yang selalu prima itu tidak pernah menolak untuk dilukis. Dia tidak pernah enggan tersenyum atau membagi pola-pola salurnya agar hati yang patah masih bisa memiliki nyawa.

Tetapi, hari ini senja menolak untuk tertawa. Ada sayatan pada garis orbit langit di mana jingga yang tadinya selalu merona tertutup pekat. Ternyata dia tengah merasakan sakit hati, ditinggalkan dan diacuhkan tanpa disisakan sepatah kata pun. Kuhela napas. Ternyata, senja tidak melulu menghadirkan ketenangan. Ada kegelisahan muncul setiap kali ronanya pudar. Ada kesedihan meski ditutupi rapat oleh bintang yang segera hadir sebagai penyelamat.

Besok, kuharap senja tidak lagi murung. Kanvasku masih kosong. Palet warnaku belum tersentuh. AKu tidak bisa melukis apa-apa jika senjasedang berada di titik rendah. Aku tidak bisa memaksanya tergelak atau menyampaikan roman-roman cinta yang setiap saat ditemuinya dari banyak manusia yang datang untuk bercerita. Aku pun tidak bisa bertanya luka seperti apa yang melekat di hatinya. Aku hanya bisa menunggu sampai senja dan lukanya mengering.

Luka pada senja adalah luka bagi manusia. Saat ronanya redup, itu sama dengan tertututpnya langit sepersekian detik dari kecerahan matahari yang hendak pulang. Ornamen warnanya tak lagi sama. Partikel canggihnya tak lagi punya nada. Apa boleh buat. Besok atau lusa, semoga senja tak lagi memikul duka.

You May Also Like

8 komentar

  1. sebentar lagi musim hujan. senja semakin malu untuk muncul. apakah luka senja akan terus tergores tiap sore..

    *baru mampir, salam kenal.bagus-bagus tulisannya.*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah musim ujan ni awas hati-hati kepeleset hehhee. Makasih udah baca yaaa

      Hapus
  2. Aaaakh Mbak Agiyaaa :D aku lama nggak kesini dan tulisanmu masih tetep cihuy abis :D sukaaaa :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weeeew masih nyempetin baca aja. Makasih yaaa

      Hapus
    2. HIhihi iya masih sempet baca dong mbak :D
      Syaaap, sama-sama mbak :D

      Hapus