SENJA, KOPI DAN MEMORI

by - 18.24

Kopi. Alat komunikasi paling canggih untuk memindai telepati dengan seseorang yang jauh dari jangkauan. Ketika kita sedang sendiri, ekstraksi sekam pekat kopi tidak pernah gagal mengobati parut resultan masa lalu. Rasio dipatahkan. Jiwa ditelantarkan. Tetapi dengan kopi, kepingan tawa terhimpun untuk kedua kali.

Senja. Teknologi penyampai perasaan dengan latar langit paling epik yang diciptakan Tuhan. Kolaborasi awan, gradasi matahari, pantai, dan seseorang yang tidak pernah luput dari ingatan cukup menyimpulkan bahwa senja berdiri di podium yang sama dengan secangkir kopi. 

Lebih hebat lagi senja dan secangkir kopi bisa dijadikan perisai atau tempat persembunyian jika kita sudah tidak kuat lagi. Pada beberapa kasus, mereka berdua dianggap sebagai antipasmodik saat rasa sakit akibat rindu sudah tidak bisa ditangani oleh pereda nyeri biasa. Kupikir semua orang sudah tahu bahwa menyimpan rindu yang terkatakan merupakan cara paling gampang untuk menderita. Tapi paling tidak, berbicara pada senja dan secangkir kopi membantu menyederhanakan hal-hal rumit seperti cinta, renjana, luka, dan seseorang yang menghuni setiap sudut logika.

Bagiku, kopi dan senja adalah sekutu paling kompak. Meski terkadang kita selalu menyalahkan keduanya karena mengintroduksi kembali memori-memori yang seharusnya sudah hilang. Padahal senja dan secangkir kopi tidak pernah menolak untuk terus-menerus mengobati hati yang terlanjur tercederai. Bukankah keduanya adalah rekomendasi paling impresif yang pernah ada? Lalu jika tidak ada kopi dan senja, bagaimana lagi kita mengatasi patah nyawa?

You May Also Like

12 komentar

  1. Wow, pemilihan kata-katanya mantap.

    Ada banyak hal di dunia ini yang bisa dipake untuk "mengobati hati yang terlanjur tercederai". Gua juga suka senja, bisa untuk berkontemplasi. Bagi gua, senja berdiri di podium yang sama dengan alunan musik (minjem kalimat di atas ga pa-pa ya? hehe). Musik juga jadi pelipur lara, asal jangan dengerin yang mellow aja kalo lagi down :p

    Senja & kopi = bring back memories.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya udah baca. Setuju tuh. Kayaknya senja sama kopi emang didesain untuk berduaan mulu ya hahaha. Makasih juga buat komennya

      Hapus
  2. Yep....
    Gue juga sala satu dari sekian banyak manusia yang dapat bersekutu dengan do'i. Senja dan kopi.

    BalasHapus
  3. Yep....
    Gue juga sala satu dari sekian banyak manusia yang dapat bersekutu dengan do'i. Senja dan kopi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiaaah komennya dua kali nih hehehe

      Hapus
  4. Kopi bagiku saat ini menjadi media bantu untuk membuka pintu kehidupan yg lebih menantang

    BalasHapus
  5. Kalau pas enak - enaknya terbius dalam situasi dikala senja tiba, dan saat bibir kita menyentuh cangkir, menghirup kepulan asap dari genangan panas kopi , memejamkan mata, menyeruput sedikit nadi - nadi kehidupan air kopi yang meresapi celah - celah bibir menggenangi lidah yan mulai menari, tiba - tiba saja kita membelalakkan mata dan berteriak; "Wtf!! Aku lupa ngasih gula dan krimmer!!"

    Nah diposisi seperti itu, kira - kira memori apa yang terintroduksi yawh?

    Patah Nyawa,??? Kalau aku minum soda gembira saja. Semriwing sodanya menggetarkan ingatan - ingatan yang sedang mati suri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahaha itu mah bukan enak yg ada. Sepet. Ahahaha.

      Hapus
  6. Pemilihan kata yabg epic, ketahuan banget si penulisnya cerdas. Tapi ada beberapa kalimat yang terlalu berat dan gak gue pahami, atau otak gue aja yang cupu.

    Tapi keren, salam kenal bro.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal jugaaa. Eh gue baca blog elu keren tau. Udah gue komen juga. Pemilihan katanya suka banget.

      Hapus