PRESKRIPSI HUJAN

by - 21.58

Hujan terkonfigurasi oleh beberapa komposisi yang saling berkaitan. Meracik tetesannya membutuhkan beberapa ramuan khusus. Senja, secangkir kopi, renjana, juga juga kamu dan memori. Seseorang berkata padaku bahwa jatuhnya hujan adalah kesempurnaan. Namun tetap tidak akan ada esensi manis jika takaran elemen-elemen tadi tak diukur dengan bijak.

Banyak yang menyukai hujan. Mereka menanti petrichor yang datang bersamanya, menunggu seseorang berteduh dengan rambut basahnya yang entah mengapa sangat menarik, juga mengagumi transparansi partikelnya yang bisa disetarakan dengan sesuatu yang suci.

Kubu lainnya tidak begitu tertarik dengan hujan. Bagi mereka, rintiknya tidak lebih dari roman picisan, intrik pembawa kesedihan, juga perasaan yang tidak tersampaikan. Hujan barangkali gabungan keduanya. Kisah bahagia, penantian tanpa kepastian, hubungan yang entah mau dibawa ke mana, kekaguman yang tak pernah punya batas, ekstrak langit tanpa cela, juga pendamping paling setia bagi bubuk kopi yang diseduh bersama senja.

Aku suka hujan dengan preskripsinya yang tidak terlalu rumit. Ada kamu dan secangkir kopi.  Ada senja dan renjana. Ada cerita dengan diksi dan metafora, juga cinta tersembunyi yang masih belum punya nyali menampakkan diri. 

Bagaimana denganmu? 
Apakah hujan setara dengan surat cinta yang tak pernah bisa diketahui isinya? Atau...pengurai rindu yang tidak bisa diukur kadarnya?

Bagiku...hujan adalah partitur distingtif paling romantis. Ada alunan tertentu yang bisa kudengar ketika hujan memercik di kaca jendela. Ada melodi harmonis yang bisa kunikmati bersama seseorang saat hujan mulai deras. Lebih jauh, hujan melampaui lirik-lirik lagu yang disuguhkan gerimis. Meski tidak terlalu lembut, deras hujan adalah aba-aba tanpa kata yang ternyata mampu mendekatkan aku dan dia. Menghangatkan napas bersamaan, mendekapkan tubuh tanpa penghalang.


You May Also Like

10 komentar

  1. wah mantab, keren kata-katanya.. saya juga saya suka hujan, enak bengon klo lagi hujan.. hehehehe

    BalasHapus
  2. Hujan, serasa basah kuyup meski dalam naungan atap tembok yang kokoh. Hujan, seolah merasakan helaan nafasnya meski sosoknya tak berada. Hujan,menggugah memori dekap erat dirinya dalam alunan badai. Ya, begitulah hujan, sensasi misterinya selalu terasa sejak rintiknya yang pertama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak juga, hanya basah dan dingin bagi sebagian orang, but....

      Hapus
  3. Nggak kuk, duit dah ada meski receh :P But itu artinya ada yang kepo :D

    BalasHapus
  4. Suka banget sama diksinya /(^o^)\

    BalasHapus