KOPI: SPESIALISASI PATAH HATI

by - 19.38

Kopi. Seduktif. Naif. Partikel kontemporer pereda emosi bagi jiwa-jiwa patah hati. Kopi adalah dalil yang tidak pernah keberatan ditempatkan di posisi apapun. Dijadikan tersangka atas enggannya mata terpejam, dijadikan orang ketiga ketika dua manusia sama-sama tidak bisa saling mengungkapkan rasa, juga dijadikan kamuflase terpenting atas dalih kesendirian dan kesenyapan. Jika saja secangkir kopi panas bisa mengeluh, dia akan melenguh akibat terlalu sering dikorbankan manusia-manusia egosentris.

Jatuh cinta sampai tulang-tulang ngilu lalu patah sepatah-patahnya hingga melolong pilu, bagi beberapa orang dapat dipudarkan dengan menyesap kopi. Barangkali kopi memang serbuk hitam paling brilian yang pernah diracik sampai detik ini. Dia sudi bertransmutasi sebagai pelayan terbaik bagi mereka yang dihadang depresi. Di sudut kota lain, kopi memodifikasi dirinya agar sebanding dengan elegi-elegi mengenai cinta dan ketenangan. Persuasif, sedikit impulsif namun sisanya begitu jauh dari kesan manipulatif.

Jatuh cinta, patah hati dan kopi memiliki aliansi rekat. Ketika jatuh cinta, dua orang merayakan ikatan dengan menyeduh kopi di bawah bintang. Saat patah hati, manusia memohon pada secangkir kopi agar dirinya tidak terlalu patut dikasihani. Pada akhirnya, kopi selalu berbaik hati menawarkan diri menyuplai energi agar denyut-denyut nadi kembali stabil dan tubuh mampu berdiri lagi.

Menurutku, kopi dan semua substansinya tidak bisa diremehkan begitu saja. Dia hadir agar manusia lebih menghargai abstraksi. Secangkir kopi tidak bisa dianggap enteng. Jika dia tidak berguna, aroma impresifnya tidak akan disebut-sebut ketika manusia jatuh cinta. Jika dia tidak berarti, secangkir kopi tidak akan menjadi opsi sebagai kawan saat patah hati.





You May Also Like

12 komentar

  1. asli dah ketawa sesaat pas baca "dia akan melenguh akibat terlalu sering dikorbankan manusia-manusia egosentris."
    kopinya kasihan ya sering jadi korban >,<

    suka sama diksinya kak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Korban perasaan hahhaha. Makasih udah baca yoooo

      Hapus
    2. Halooo, Kak! Mau jadi bagian tim jelajah Kalimantan GRATIS? Ikuti lomba blog "Terios 7 Wonders, Borneo Wild Adventure" di sini http://bit.ly/terios7wonders2015 #Terios7Wonders

      Jangan sampai ketinggalan, ya!

      Hapus
  2. sempurna apapun kopi dibuat, pasti ada rasa pahitnya - dee lestari-
    https://aksarasenandika.wordpress.com/2015/07/12/buat-bapak-semua-hanya-masalah-waktu/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi ngga kalo pake gula. Manis...hahahaha

      Hapus
  3. Balasan
    1. Makasih udah sempetin baca yaaaa

      Hapus
  4. Kopi tu pait. Klo pait tu ga enak.
    Orang manusia yg pait aja nyebelin. Apa lagi yg cuma minuman -_- hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya elu kopinya kagak pake gula hahahahaha

      Hapus
  5. Secangkir kopi memang tak bisa dianggap enteng, karena terkadang dengan secangkir kopi sudah cukup membuatku tersadar dan terjaga dari rasa kantuk ... menjadikanku waspada dan membuatku rajin mengalirkan kata-kata curahan rasa. Ah kopi, tanpamu bagaikan zombie tak bermutu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampe jadi zombie segala mas faaaan hahhaaha

      Hapus