SURAT CINTA 1: PRAJURIT CUEK

by - 01.36

Selamat tengah malam buatmu, prajurit cuek-ku yang pastinya sudah ngiler di atas bantal.

Hari ini adalah hari pertama kutulis surat padamu. Menggelikan sebenarnya. Aku bukan penggemar akun-akun perempuan puitis. Aku hanya tertarik pada tulisan sederhana di mana topiknya berupa cinta yang tidak keluar jalur lalu berujung pada satu kesimpulan: Lebay. Jadi jangan harap aku memberimu puisi picisan. Lebih baik kau baca saja Tagore atau Gibran untuk mendapat sensasi roman yang lumayan bikin jengah.

Kau tahu? Menulis surat cinta lumayan menguras pikiran mengingat dua bagian otak kugunakan untuk melahap paragraf-paragraf dinamis dari Girl of Nightmares milik Kendare Blake seharian ini. Kuberitahu, dia itu brengsek karena sanggup membuatku jatuh hati pada tokoh utama yang diciptakannya. Tapi tenang saja, kau masih ada di urutan pertama sebagai lelaki paling acuh tak acuh yang pernah khilaf tersesat di labirin hidup, tapi bikin aku selalu rindu. Jangan keberatan, please...bukannya kau pernah bilang aku harus jujur? Setidaknya aku mencoba. Iya, kan?

Lupakan paragraf barusan. Harimu lancar, kurasa? Saking lancarnya sampai kau lupa bahwa aku ini manusia, bukan patung yang tidak membutuhkan nutrisi romantis. Tidak apa-apa. Aku tidak butuh gombalan, bunga atau boneka beruang lucu. Itu basi. Aku butuh bayanganmu di samping bayanganku saat senja mampir untuk lewat beberapa menit suatu hari nanti. Bisa?

Kau ini beruntung, Bung. Mencintaimu itu susah. Merindumu itu mengeksploitasi imajinasiku yang hanya bisa jatuh di atas namamu. Aku tidak terlalu suka itu. Aku tidak pernah tahu bahwa mencinta dan merindu bisa begitu melejarkan hati. Kurasa seseorang di luar sana harus menciptakan serum khusus agar dua kata kerja itu bisa lebih ringan ketika dirasakan, bukannya berat begini. Kau sih biasa saja. Kau cuek. Kau juga memuakkan, tapi kupuja setengah mati. Sial.

Sudah hampir pukul dua pagi. Ocehanku terpaksa berhenti. Ini baru surat pertama. Besok, surat kedua kupastikan terkirim dengan selamat. Jangan cuek terus, nanti kau lelah lalu berubah apatis dan tidak punya jiwa. Eh maaf, aku lupa bahwa kau ini tidak peka. Sekali lagi, tak apa. Aku masih bisa tahan, kok. Sampaikan salamku pada diktat-diktat kuliahmu yang luar biasa tebal itu. Bilang pada mereka kuucapkan selamat karena bisa lebih menarik perhatianmu ketimbang senyumku.

Best Love

Perempuan Bodoh.



You May Also Like

2 komentar

  1. agy... suka deh baca suratnya :) Kamu emg jago ngerangkai kata2 jd enak dibaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaaa...selalu seneng kalo mbak Fanny mampir...!!

      Hapus