LELAKI RASA MOCCA

by - 20.41

Lelaki rasa mocca. Pemicu detak jantung paling hebat, anti depresan paling mujarab, pemompa sirkulasi darah terbaik sehingga napas dan nyawa terintegrasi dengan baik. Lelaki dengan perpaduan dua rasa yang dinamis ini tidak pernah sanggup mengusir ketertarikan hasratku atas desah-desahnya saat membaca atau berceloteh.

Kukira, lelaki mocca dengan kesederhanaan teduh matanya sangat gampang mengakali jiwa. Aku kesulitan mendeteksi celah cacat pada tekstur aromanya. Setiap kali lelahku jatuh di titik kronis, aku memikirkan tatapannya yang sedikit redup dan selalu berhasil memunculkan energi baru. Itu hebat, mengingat lelaki mocca sedang berjarak sangat jauh. Aku tidak bisa menggapainya. Tidak untuk saat ini.

Terkadang, ada lirikan diam-diam yang kuradarkan setiap kali kami sedang berargumen mengenai pelangi, senja, hujan atau embun pagi. Bagimana cara skala warnanya yang unik dan abnormal, bagaimana keserasiannya menyeimbangkan cinta dan renjana. Kami melihatnya dari kacamata opini berbeda dengan orang kebanyakan. Pola pikirnya sedikit ganjil tetapi justru membuatku gila. Tepatnya, tergila-gila.

Dia mengajarkanku menangkap kisi dari setiap sudut awan. Dia membantuku mengenali disparitas karakter manusia yang kutemui, juga mengajarkan bagaimana mengobservasi puisi dan menyelami hati. Hatiku, juga hatinya.

Jika saat ini renggang jarak sedang ada di atas angin, pintal-pintal rindu terkait erat walaupun transparan. Memangnya cinta itu mudah? Cinta itu memusingkan, sama merepotkannya jika rindu tidak terkirim atau tersampaikan. Nantinya lelaki mocca tidak akan menyadari bahwa aku menyuplai perasaan paling tersembunyi untuknya setiap hari. Apakah dia tahu? Entahlah. Mungkin saja iya, mungkin tidak. Yang pasti, aku mulai memuja lelaki ini. Lelaki pematah logika. Lelaki rasa mocca.

You May Also Like

18 komentar

  1. hmm, lelaki yang bisa mematahkan logika ya...
    kalau gue, lelaki rasa duren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasa duren? Lelaki pemicu kolesterol berarti hahahaa

      Hapus
  2. Gue bisa belajar dari sini. Ternyata, pematah logika ada nyambungnya sama mocca -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mocca mematahkan rasa haus di dalam jiwa hahhhha ngok

      Hapus
  3. Kalimat-kalimatnya... MASTER PARAH !!! keren banget mbak Agya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hooooi mas feb kemane ajeeeee....lama ga nongol dah. Hehe makasih udah baca yaaa teman.

      Hapus
  4. Balasan
    1. Wow rasa vanilla itu lezat bangeeet

      Hapus
  5. wow,, betapa beruntungnya dirimu bisa ditakdirkan dengan lelaki seperti itu :)))

    BalasHapus
  6. gue laki laki rasa gulali hohoho

    BalasHapus
  7. Kok gue susah mencerna kata2nya ya(?)

    Kemalramadhana.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin belum terbiasa sama kata-kata berat ya?

      Hapus
  8. Kalo aku sih lelaki rasa skripsi. penuh revisi namun akhirnya dikasih kisi-kisi sama upeti B)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buset hahhahaa kebanyakan metode ituuu haha cowok rasa skripsi. hahha absurd abis

      Hapus
  9. Buahaha. Diksinya keren euy. Ajarin gue, Mbak.

    Aku pria rasa wortel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pria rasa wortel? Keraaaas hahahhaa

      Hapus