LELAKI KERETA API

by - 20.57

Bagi lelaki, perempuan adalah enigma. Frasa makna ganda dan tertutup, perangkat paling canggih yang sangat memusingkan. Bikin depresi tapi juga sangat menggoda entah dari segi mana pun. Dan bagi perempuan, juga bagiku, lelaki adalah kode rahasia paling rumit, runyam, dan sulit dipecahkan. Sesulit bagaimana menerka apa arti roman wajahmu setiap kali kupandangi di sini, di dalam gerbong sebuah kereta api.

Transportasi rel yang lumayan nyaman ini selalu berangkat tepat waktu. Selalu datang di jam yang sama, di detik yang tak pernah meleset dari jarum yang berlari. Aku biasa menaiki benda ini untuk bersembunyi dari penat. Kereta api punya keistimewaan yang terkadang tak bisa didefinisikan aksara. Lebih istimewa lagi karena ada kamu yang juga hadir dan menjadi daya tarik mataku untuk terus jeli memandang.

Kau tidak pernah tahu bahwa menguntitmu sungguh menyenangkan. Kau saja yang bodoh, tidak pernah reaktif dengan adanya desahku di sisimu, di tempat duduk yang mungkin saja disediakan takdir untuk kita berdua. Buktinya tak pernah ada yang menjejaskan lelahnya di tempat itu. Hanya aku saja. Dan juga kamu.

Ada yang kuincar, jika kau bertanya mengapa aku selalu menyempatkan diri berdampingan denganmu meski kau akan turun terlebih dahulu. Aku sedang menunggu kapan bibir itu bergerak melengkung. Aku sedang menagih suara yang keluar dari jiwamu dan membiarkannya masuk dan terekam ingatan. Tapi kau pelit. Kau tidak pernah bicara. Kau juga tidak pernah menoleh hanya untuk sekedar bertanya di mana aku akan turun. Payah.

Tapi mencuri-curi kesempatan menikmati kontur wajahmu lumayan memuaskan. Ada kekuatan di sana, juga kelembutan yang sedikit emosional. Apa kau pernah tahu bahwa aku menyetarakan setiap bagian dirimu dengan karya Michaelangelo. Sensual, agung, sedikit nakal tapi sangat patuh pada detail dan kesempurnaan. Aku mau menikmati wajahmu tidak hanya hari ini. Tapi besok, lusa, juga nanti. Tidak senyum tak apa. Yang penting aku bisa terus di sebelahmu. Jika aku ketiduran, topang kepalaku di bahu hangatmu. Bagaimana? Setuju?

You May Also Like

6 komentar

  1. Begitu juga dengan wanita kereta api, aku sering menemuinya dengan pesona yang beda :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, itu menarik bgt. Dia pernah nyapa ga?

      Hapus
    2. Apalagi kalo di gerbong khusus wanita, pasti banyak wanita kereta api.

      Hapus