CINTA REAKTIF

by - 21.00

Cinta reaktif bereaksi terhadap dua nyawa yang berada pada satu garis frekuensi. Aku belum tahu apakah gugup yang mengganggu ini bisa disebut tunas-tunas perasaan yang biasa menamakan dirinya cinta. Lagipula kau tidak terlalu perseptif setiap kali berpapasan denganku. Kau ini sepertinya bodoh. Lelaki paling bodoh yang pernah diciptakan Tuhan lalu diberi petunjuk untuk bertemu.

Seharusnya kau peka. Seharusnya kau cerdas membaca gelagatku yang selalu saja mendadak ceroboh ketika tubuhmu hanya beberapa belas senti saja dari tempatku berdiri. Seharusnya kau pandai membaca situasi. Aku jelas tidak bisa membicarakan ini langsung kepadamu. Aku masih punya malu. Aku masih berpikir untuk menyembunyikan peristiwa yang menimpa hatiku saat pertama kali menangkap suaramu di telingaku.

Ini abnormal. Ini menjengkelkan. Apa kau tahu bahwa memendam cinta terhadap seseorang itu bisa menimbulkan penyakit? Pernahkah kau merasa sekat-sekat di jantungmu menyempit tiba-tiba ketika mengingat wajah yang selalu mampir di impresi? Tentu saja kau tak tahu. Di matamu belum ada bayanganku. Di memorimu belum ada namaku. Di buku takdirmu belum tertulis aku. 

Tapi tunggu dulu. Kau pernah memberikan surat untuk aku. Surat mengenai reaksi kimia yang ditimbulkan oleh cetusan-cetusan yang sama sekali tidak stabil di bilik organ pemompa darahmu. Kau bilang detak itu sedikit rancu tiap kali aku lewat di depanmu. Tapi aku belum tahu apakah yang terjadi padamu sama dengan apa yang mampir padaku akhir-akhir ini.

Apa cinta harus diungkapkan? Dengan cara apa? Jika bicara saja lidahku kelu dan kau tipe pemalu, siapa yang harus jadi penengah dan jadi pengirim pesan bagi kita berdua? Jika tak terkatakan, aku takut kita kehabisan waktu. Aku mau saja melisankan, tapi aku ingin kamu duluan. Akku sudah menyimpanmu di dalam semua bagian diri. Jadi, sekarang giliranmu untuk mengutarakan dalam bentuk reaksi. Setuju?

You May Also Like

10 komentar

  1. kalau ngga ada reaksi juga...kamulah yang beraksi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya. Tapi cewek itu makhluk payah. Maunya diduluin, tapi pas ngucapin cintai maunya bilang setelah cowoknya.

      Hapus
  2. Balasan
    1. ahahhahaa emang susah ya kalo sama manusia ga peka

      Hapus
  3. Kasih kode donk, biar dia peka
    kalau masih kurang peka juga, tabok aja
    haha

    BalasHapus
  4. Bagaimana kalau sebetulnya kamu yang nggak peka? Dia juga punya malu dan sebetulnya bergetar ketika di depan kamu, tapi dia lebih jago nyembunyiin aja. \:p/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan udah ngasih sinyal hahaha penginnya dia bilang ay lop yu gt

      Hapus
  5. Lisan? Anda masih butuh lisan dalam urusan cinta dan hati? Terlalu...!!! Terpenting tindakan riil dong!! Belikan chiki kek! Ajak maen beyblade kek!!

    BalasHapus