PROYEK 4: PENULIS

by - 20.40

Setelah proyek pertama pengin jadi tukang foto keliling fotografer, proyek kedua chef handal dan ketiga adalah penyiar radio terkenal soak, proyek yang bakal gue ulas nomor empat adalah penulis. Cukup mainstream tapi ga bisa dianggap main-main. Sama kayak masak, semua orang bisa nulis tapi menulis dengan bagus butuh perjuangan total, ga segampang membalikkan telur dadar di penggorengan.

Gue punya keinginan menjadi penulis secara ga sengaja. Tau-tau pengin aja bisa bikin buku dan ternyata berhasil. Bukan berhasil jadi penulis hebat dan bagus, tapi berhasil nerbitin dua buku abal-abal yang gue bikin tanpa perhitungan mateng alias iseng-iseng. Gue ngerasa ga punya skill dalam menulis. Gue malah kepedean punya bakat khusus tidur tanpa mulut mangap, ngiler atau mendengkur. Kesaksian suami gue sih menyatakan begitu dan gue amat sangat percaya.

Menulis bagi gue adalah keinginan yang harus diwujudkan tapi bukan prioritas utama. Bagi gue, menulis adalah kegiatan yang ga boleh ada kandungan beban di dalamnya. Gue mencoba menulis sejak 2013, dengan pengetahuan seadanya, ditunjang hobi membaca yang udah gue lakuin sejak SD. Sampe sekarang koleksi buku gue seabreg, disimpen di banyak rak dan kardus gara-gara ga muat dan gue blom mampu beli rak piring baru. Dari buku gue belajar apa itu diksi, gimana merangkai kata jadi puisi gombal dan bikin suami klepek-klepek, juga cara membuat makanan cepat saji dengan bahan-bahan sehat. Lebih jauh dari itu, gue belajar gimana menghindari typo biar tulisan gue ga terlalu ternoda oleh tanda baca yang keliru atau salah nulis. Kejelian jadi salah satu senjata yang harus ada. 

Menulis secara serius adalah tahap di mana gue berani mem-publish prosa dan puisi biar dibaca banyak orang. Awalnya parah karena opini mereka bikin gue nangis darah. Tulisan gue dibilang sampah, jelek, buruk rupa, bau, dan lain sebagainya. Seminggu lamanya gue kagak mau nulis lagi tteapi justru fokus membaca makin meningkat. Setelah itu gue mulai nulis kembali dan lebih cermat mengolah kata. Saat ini gue lebih nyaman menjadi seorang blogger. Ga terbebani apapun, lebih bebas, lebih punya kehangatan tersendiri. Selain itu sejak jadi blogger tahun 2013 lalu, temen gue nambah beratus-ratus lusin. Seneng banget!

Menulis, apalagi jadi penulis bener-bener butuh konsistensi, kedisiplinan, mau menerima kritik dan saran, bersedia memperbaiki kesalahan dan punya wawasan. Menulis bagi gue adalah bagi-bagi ilmu. Seancur apapun tulisan gue, sebisa mungkin ada ilmu yang bisa diambil meski sedikit. Bukankah manusia yang paling mulia itu salah satunya adalah yang bermanfaat ga hanya bagi dirinya sendiri tapi juga orang lain? Yup, itu sebabnya gue nulis. Ga muluk-muluk, tapi gue pengin siapapun yang baca tulisan gue bisa terhibur dan terhindar dari cacingan.

You May Also Like

10 komentar

  1. Sama-sama pengen jadi penulis kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe tapi ga terlalu...nulis buatku utk have fun aja mas. kl km?

      Hapus
  2. Proyek 5 jadi comic aja, Kak. Kan menghibur banyak org. Hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya salah satunya juga aku tulis itu hahaha tapi kayaknya ga bakat jadi comic mas akunya...

      Hapus
  3. Udh pernah kirim naskah kemana aja mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buku-buku saya terbitan Quanta, mbak...imprint-nya Gramedia dan mmg seringnya kirim ke situ

      Hapus
  4. Pertama kali kupunya cita-cita di kelas 6SD, ialah PENULIS. Dan kukejar serius sampai sekarang hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kal aku malah pas semua orang punya cita-cita penulis, saat itu malah pengin jadi hacker

      Hapus
  5. Kalau aku pengennya jadi penulis buku nikah, gimana, Kak? :"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhhaa boleh tuh meringankan staf KUA.

      Hapus