MIGRASI GERIMIS

by - 19.32

Gerimis masih belum bermigrasi. Dia masih betah berperan sebagai suplemen bagi mereka yang tengah dikacaukan cinta. Sialnya, aku juga sedang direpotkan oleh substansi yang sama. Artinya argari atau kekangan renjana gara-gara efek hadirnya gerimis masih akan berkutat di kepalaku entah sampai kapan. Tentunya arsir-arsir rindu itu masih disalin atas namamu, masih betah menjadi eigendom atau hak atas hatimu. Kabar bagusnya, aku tidak terlalu defensif terhadap gerimis. Meski sedikit egois, abstraksi yang satu itu pernah beberapa kali membantuku menyingkirkan sepi yang terkadang statis.

Dahiku selalu berkerut setiap kali berpikir mengapa salur gerimis yang sederhana bisa dengan mudah menghadirkan rasa. Alur air tipis-tipis itu hanya presipitasi hujan ringan yang tak terlalu istimewa. Akumulasi tetesan halus itu bertunas gelisah sehingga agak menyusahkan tanpa memberi solusi. Lalu apa bagusnya gerimis jika penikmatnya hanya sesosok keheningan? Pasti akan lebih bagus jika kusesap suara gerimis dengan kamu. Makanya aku berharap gerimis bergeser sedikit dari peredaran langit, biar yang muncul adalah musim semi yang memutar detik sampai berhenti di titik pertemuan yang kutunggu.

Desah pelanku beriring dengan kepulan secangkir kopi bermelodi manis. Di dalam sini aku terlindungi meski aliran udara dingin melesak tanpa permisi. Denting piano terdengar sangat jazzy, diseduh dengan petikan gitar dari sebuah band kafe yang selalu berhasil membuat kakiku mengetuk lantai mencicipi notasinya yang dinamis. Jika sudah begini, terkadang aku terindikasi hipokrisi. Di satu sisi, aku ingin sekali gerimis segera pergi. Tetapi jika dia menghilang...maka musik, rindu dan kesenyapan hanya akan berada pada daftar terakhir sebagai kondisi ekstensif cacat reminisensi.

Lalu menurutmu, apa yang harus kulakukan terhadap gerimis? Mengeluhkan kehadirannya karena membuatku lebih merindukanmu, atau membiarkannya datang dan menyisakan pilu?

 


You May Also Like

12 komentar

  1. Biarkanlah ia datang dan pasti berlalu membawa keteduhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi jadinya kedinginan terus...gimana dong hehehe

      Hapus
    2. Jaket dan selimut jadikanlah mereka penghangat.

      Hapus
    3. Selimut tetangga juga boleh #Selimut sebenarnya loh bukan makna kiasan haha

      Hapus
    4. HAHha suamiku adalah selimut terhangatku

      Hapus
    5. Hunna libasullakum wa antum libasul lahunna..

      Haha iya

      Hapus
  2. wheww,, baru gerimis aja udah rindu berat,, pegimana kalo ujan tuh??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo hujan, rindunya membanjir hahhaa

      Hapus
  3. Dear Agiasaziya, Ini Liebster Award untuk kamu. Silahkan kunjungi http://strainsofharmony.blogspot.com/2015/01/liebster-award-third-time.html
    Trims :)

    BalasHapus