HIPSTER VS ALAYER

by - 14.21

Sebenernya hipster terlalu agung buat dibanding-bandingin sama manusia alay, tapi justru dari situ kita bisa menilai mana yang bikin eneg mana yang bikin takjub. Hipster identik dengan anti mainstream, sedangkan alay justru tukang ngikut-ngikut hal ga jelas. Dengan kata lain, hippies atau kaum hispter adalah evolusi dari keterbelakangan anak-anak alay yang udah menjadi epidemi zaman sekarang meski hipster udah muncul lama, sekitar taun 50an.


Eksistensi hipster atau alayer sama-sama booming. Bedanya, hipster menurut gue identik dengan jalur yang sangat kontas, dengan penjabaran yang menolak untuk sama dengan orang lain. Kebalikannya, alayer justru konsumtif dan melakukan segala cara agar ngetrend tapi jatohnya norak. Bisa bedain, kan?

Perbedaan antara hippies dan alayer itu kentara diliat dari ciri-cirinya. Semoga aja setelah baca ulasan di bawah ini, kita bisa tau yang mana golongan kita. Hippies? Atau Alayer? Atau biasa aja? Cekiprot!!

SELFIE

Selfienya anak alay dan hipster beda jauh. Dokumentasi foto para hipster punya inti yang justru dibentuk secara abstrak. Biasanya mereka berkelompok kalo mau jeprat-jepret dan ga pake tongsis. Kalopun sendiri, kebanyakan pake timer, jadi ga butuh bantuan tangan ke atas dengan bulu ketek melambai buat eksis. Kamera yang digunakan pun biasanya kalo ga lomo yang lumayan murah, ya kamera dengan brand gokil macam Leica yang super duper mahal. 

Kalo alayer, foto-foto pake hape udah bisa bergaya. Pose paling digandrungi biasanya yang manyun ga jelas. Entah emang dari sananya monyong atau hanya untuk eksistensi bibir  semata. Sebenernya sangat menggangu pemandangan karena bikin eneg sampe tulang. Beberapa foto selfie pernah gue liat, dan beberapa objek manyun ada yang ga bikin gue enek karena tingkat kealayannnya ga terlalu parah. Beda halnya pas gue liat cowok dengan headband merah, rambut ala Sanosuke Sagara, simbol peace (tangan diangkat dengan menyisakan hanya dua jari) di pipi lalu manyun-semanyun-manyunnya. Itu juga berdua sama pacarnya yang berdandan menor. Tapi masih mending. Gue liatnya foto berduaan bareng sesama. Habis liat itu gue wudhu dan hendak sholat tapi ga jadi, soalnya gue lagi dapet. Gue cuma bisa sedih. Kenapa ada makhluk kayak gitu, Tuhaaan?

MUSIK

Kaum hipster memilih musik dengan level jauh di atas rata-rata. Orang biasa menganggap Elvis Priesley sebagai bapak rock n roll dunia. Bagi hipster, memasukkan nama Chuck Berry sebagai kandidat paling ngehips adalah wajib, atau tengok selera mereka sama Steppenwold dan Koil kalo mau yang lokal, selain tentunya The SIGIT. Hmm..buat gue sendiri, lagu-lagu macam musisi Eric Clapton dan Stevie Ray Vaughan bisa jadi referensi, ditambah Aretha Franklin yang canggih bikin gue jatuh hati sama genre soul. Beberapa tambahan kayak Paper Aeroplane, Poema juga L'arc-en-Ciel bisa jadi asupan energi yang oke punya. Respect dah pokoknya. Bukan untuk tampil beda juga sih, tapi gue rada bingung dengan selera orang zaman sekarang yang lebih suka lagu Sakitnya Tuh di Sini atau lagu-lagu dengan lirik genit dengan EYD yang digilas seenak jidat. Tapi gue rasa hipster di negara ini lumayan banyak, terbukti banyak juga yang muak sama Andika dan band-nya yang satu itu. Hehe.


DRESS CODE

Gue ga abis pikir kenapa banyak yang keranjingan belanja lewat online, khususnya baju bermerek yang dipake artis-artis korea. Kalo belanja online-nya barang limited dan ga bakal dipake banyak orang, gue rasa itu lumayan. Tapi meski begitu, belanja online adalah pilihan terakhir yang bakal gue ambil. Pernah belanja online di ssitus yang katanya bagus, pas nyampe barangnya malah mengecewakan. Itu pertama dan terakhir kalinya gue belanja onlen. Gue tipe cewek yang harus liat barangnya dulu baru jatuh cinta. Gambar atau foto memang mengekspresikan sejuta kata, tapi bukan soal fashion branded juga. Gue lebih hormat sama barang keluaran distro yang limited dan ga banyak dipake orang. Anehnya, orang-orang justru malah membeli barang yang laris manis di pasaran. Katanya mau tampil beda kok samaan semua? Sablonannya gampang bladus lagi. Mau tampil beda apa alay? 

Nah, hipster biasanya juga lebih mengedepankan style berantakan yang anehnya berujung sama satu kata: Keren! Filosofi padanan corak tabrakan, flip-flops, anti high heels, vintage hips, casual but catchy adalah kiblat kaum hispter dalam berpakaian. Setiap kali gaya yang mereka pake ternyata mulai diikutin, otomatis mereka akan beralih ke style baru yang beda lagi. Mereka jarang atau bahkan ga pernah ke salon. Buat mereka, gaya paling woke itu adalah rambut awut-awutan pas bangun tidur. Saiiiik!

TONTONAN

Hipster bukan kelompok sempurna. Kadang film paling busuk yang membosankan pun mereka lahap dan didiskusikan sampe lama. Kita bakal garuk-garuk kepala sendiri kalo gabung sama orang-orang kayak gitu. Hipster newbie tontonannya Amelie atau Billie Elliot. Kalo yang udah level sadis, biasanya hipster nonton film-film indie yang biasanya diputer di festival, yang hanya diketahui komunitas-komunitas tertentu. Beda sama kebanyakan orang yang nonton film yang memang udah beken dari mulut ke mulut. Beda lagi sama anak alay. Mereka biasanya jejeritan liat Ganteng-Ganteng Songong, 7 Manusia Trenggiling, Catatan Hati Seorang Alayer sama Tukang Selfie Naik Bajaj. Anak alay biasanya kesengsem sama sinetron, apalagi FTV. Heran, emang ada cewek kaya yang jatuh hati sama tukang siomay terus direstui? Mungkin ada, tapi entah di planet mana. Di belahan dunia manapun, orangtua ga bakal mau anaknya merana. Kalo berjuang bareng, beda lagi polanya. Entah mau apapun judulnya, bintangnya, sampe yang sinetron dengan tokoh alim pun ga menarik minat gue untuk mantengin. Ketidaksukaan gue terhadap sinetron udah mendarah daging. So, kalo mau ngomongin sinteron sama gue, berarti lo salah orang.

GAYA HIDUP

Kalo hispter itu identik sama anak-anak anti mainstream yang stratanya menengah ke atas yang bisa bergaya dengan berbagai hal limited edition harga selangit dan juga langka, alayer justru kebalikannya. Mereka rela pake baju-baju atau aksesoris yang dipakai idola mereka di sinetron untuk menunjang eksistensi. Hipster yang gayanya kacau tapi stylish nyeruput ristretto bianco di Setarbak, anak  alay cukup pake orson sambil nongkrong di teras rumah, nenteng gitar dan godain cabe-cabean. Setelah tergoda mereka pun memadu kasih di flyover. Mainstream gila. Sekalian di tower sutet biar total.

BAHASA

Bahasa gaul bisa jadi beneran gaul atau alay tergantung bagaimana intonasi dan perkembangannya. Hipster biasanya pake sistem gado-gado, atau campurin bahasa indonesia dengan English pas mereka ngomong. Alayer juga pake bahasa nge-mix, bedanya mereka campurin bahasa negeri sendiri dengan bahasa alay yang dioplos sedemikian rupa. Ciyus, Miapah, Akooh, Chayank. Aq al4y mankh Napah? Masbuloh?? Akohh Ch4ya4nk Kamooh Chelalu. Duh gue ga bisa kasih contoh lebih lanjut. Mata gue langsung kapalan nulis bahasa yang amburadul kayak gitu. Bisa-bisa gue langsung dilarikan ke UGD.

SOSMED

Hampir ga ada hipster yang nyambangin facebook sebagai sosmed favorit. Biasanya mereka berselancar di twitter, itupun dengan twit-twit anti mainstream. Bedanya dengan anak alay, mereka justru menggunakan sosmed sebagai tempat ajang pamer dan mesra-mesraan super huweeks. Menurut pengamatan gue sendiri, gue blom pernah baca twit penulis atau komika atau orang-orang keren yang mensyen-mensyenan bareng pacarnya atau pasangan halalnya di TL, alias bermesraan ria depan umum dengan format memalukan kayak gitu. Kenapa gue bilang memalukan, karena dari kata-katanya aja mengganggu, terutama bagi para jomblo terhormat yang lebih mengedepankan kemandirian daripada manja-manjaan ga jelas di timeline. Contoh:

Lagi di Ragunan bareng sayangku @kjgglhgh...makasih ya udah nemenin aku liat monyet. I love you mmuaah muuuahh.

Sayang, motorku mogok..cc @jkghjghj

Terus cowoknya ngereply:

Duh, hati-hati ya sayang @hkjh;lkkjh, kamu ga apa-apa kan?  

Direply lagi:

Ga apa-apa kogh chayank. Makasih ya kamooh perhatian banget. ILU IMU INU.

Baca gituan bener-bener mencederai harga diri. Maksudnya apa coba norak kayak gitu? Kalo baru jadian, okelah wajar. Tapi ga harus dengan gaya murahan kayak gitu juga. Gue penasaran, apa mereka ga punya pulsa, atau memang bertujuan pamer agar dunia mengetahui bahwa mereka adalah The Next Romeo and Juliet? Tapi ga apa-apa sih, tau sendiri kan endingnya film itu gimana? 

Jujur, itu gaya pacaran dan mesra-mesraan teraneh yang pernah gue liat. Jangan ditiru deh, karena menurut gue, alay absolut adalah mereka yang pacaran di TL dengan bahasa super memuakkan.

Tambahan, bedanya anak alay dengan hipster: para hipster sama sekali akan menolak mencederai jiwa mereka dengan mencantumkan nama akun super ribet, campuran angka-angka luar biasa bikin pusing yang dicampur huruf dengan pelafalan yang memerlukan kerja keras. Contoh:

Akyuuhh Yankh Ch3la4lu Chayankz k4moeh

AkooGh Y4nKz Imoetghh Chelaluu

NanHa SiCh4antikz B4aN6ettzTakhIngiNdiSaakiTihLaghieghh

Yang pertama masih bisa terdeteksi, yang kedua bikin muntah dan yang ketiga ga usah capek-capek dibaca daripada kena Parkinson.

Nah, gimana? Kira-kira kita masuk golongan mana nih, sob? Hipster, Alay, atau biasa aja?

You May Also Like

14 komentar

  1. Bagus tuh buat yang baca jadi sadar diri mereka termasuk orang2 yang mana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya, termasuk buat yang nulis juga, biar ga ketularan alay

      Hapus
  2. Bingung masuk manakah gue? Soalnya kalo gue nilai sendiri takutnya ketika gue bilang 'gue hipster' ada yg nyaut.. 'Lo kan alay'.. Semoga gue bukan termasuk golongan keduanya.

    Gue maunya golongan orang yg masuk surga.. Ah elah

    BalasHapus
    Balasan
    1. AHhaha kirain mau masuk golongan pujangga baru. Iya ya tapi gue ga pacaran di TL, jadi agak bisa dibilang bukan anak alay hahahaa #pedebanget

      Hapus
  3. Golongan tengah-tengah.
    Di antara keduanya.
    Haa..haa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaha wah sama nih, gue juga di tengah-tengah, ga hipster ga alay. Kalo ga hipster sih gpp juga, asal ga alay kwkwkw. Makasih udah mampir ya

      Hapus
  4. Ini nih! Tulisan kayak gini yang harus disebarluaskan.. Besok gue share ah.. Sekarang udh pada bobo.

    Salam
    Hyde

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah asiiik hehehe makasih banyak. Salam kenal, Hyde. Hyde La'c en ciel ini? Hahahaa sip siiip

      Hapus
  5. Kalo menurut gue sih hipster tuh lebih ke antimainstream. Misalnya dulu orang yang suka musik indie itu di sebut hipster, tp sekrang udah ga hipster lagi soalnya udah banyak orang yang suka musik indie. Jadi mainstram gitu dh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener, tapi sebanyak-banyaknya yang skrg suka indie (termasuk gue), masih banyakan yang suka musik mainstream kwkwkw

      Hapus
  6. ini tulisan layak banget buat dimasukin ke 10 tulisan yang wajib dibaca anak muda jaman sekarang. rekomended bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih banyak ya mas....hehehe boleh di share kok

      Hapus
  7. Izin buat merasa bingung

    BalasHapus