CINTA DAN DETEKSI PARTIKEL

by - 20.23

Cinta terdeteksi lebih dalam saat senja meluncur lurus dengan senda gurau yang sangat renyah. Atau bisa saja hadir saat bintang menggantikan peran matahari dan gerlapnya bereaksi menjadi suasana romantis anti statis. Kurasa, partikel cinta terlacak dalam bentuk detak abnormal pada jantung manusia. Jaringan otak yang perkasa pun terpaksa tunduk pada remah-remah tak kasat mata yang menyebabkan hormon acak-acakan lalu menggelegak ketika mengingat dan merindukan seseorang. 

Dalam fisika nuklir eksperimental, detektsi partikel atau biasa disebut deteksi radiasi adalah penginderaan  identifikasi suatu partikel bertenaga tinggi. Bukankah cinta tidak berbeda dengan forsa atau potensi yang megah itu? Aku bisa merasakan degup yang lebih kencang saat bersamamu. Aku juga bisa menghirup feromon agung itu ketika mendekapmu. Saat mendeteksi keberadaan cinta, aku mendeteksi jantungmu. Aku suka bagaimana ritme suaranya. Aku suka saat debarnya memiliki rima.

Setiap hari aku merindukanmu. Lebih dari itu, membran renjanaku berlomba untuk sampai pada mimpi yang menghadirkan kamu. Yah, aku memang belum bisa berharap temu. Masih harus kulompati beberapa aral untuk menjangkau intensi pada pelukanmu. Tapi aku tidak mengeluh mengenai itu. Hanya saja aku sedikit mengalami kesulitan meresistensi hasrat yang selalu saja datang tanpa izin. Akibatnya gampang diterka. Akal simpang siur, koordinasi sistem jiwa tak tertata, dan wajahmu mengaburkan aktifitasku yang seharusnya rapi tanpa ambigu.

Ada beberapa alternatif yang kugunakan untuk mengatasi detak-detak partikel yang tidak sabar itu. Misalnya saja, rima pada puisi dan prosais di atas perkamen warna pastel. Dua hal tersebut kukira bisa dianggap sebagai akses termudah ketika rasa cinta sulit diunggah. Keduanya perwakilan paling nyata dari perasaan terdalamku untuk kamu yang dengan langkahku sedang berjarak. Saat ini yang bisa kurapal hanya kata, sebagai bentuk cinta absolut untuk pemilik raga. Tapi nanti, aku mau menghadirkan untukmu sesuatu yang nyata. Hanya untuk kamu saja.


You May Also Like

0 komentar