PETRICHOR RINDU

by - 19.10

Petrichor menyelinap dari sela-sela jendela. Aromanya khas dan unik meski sedikit ambigu. Dan nanti, aku ingin menghirupnya bersamamu. Aku berterima kasih kepada Tuhan atas rindu untukmu yang tidak pernah padam. Seiring petrichor kala hujan, rindu dengan untaiannya yang rapi terangkai untukmu tanpa henti. Setiap hujan turun, akan selalu ada kompartemen tersendiri untuk kita, di mana hanya nafas saja yang mewakili apa yang kita rasa yaitu cinta.

Cinta tentu saja memiliki bahasa seperti petrichor yang memiliki aroma spesifik namun diinterpretasi berbeda oleh setiap orang. Hanya dua hati dengan koneksi sejajar saja yang bisa memahami artikulasinya. Cinta bukan sekedar gulungan lisan yang digubah menjadi simbol untuk berbicara. Dia suara, dan hanya dapat didengar oleh hati yang benar-benar menjaganya.

Seperti Bolshoi dengan pertunjukan baletnya, opera hujan yang kita pugar pun tak kalah megah. Bukankah cinta merupakan pilar yang harus dijaga kekokohannya meski partikelnya lembut seperti air dari langit di atas sana? Jika kita melihat hujan yang eksis dengan kesejukan dan kemurnian rintiknya, maka sepantasnya cinta ada di urutan pertama sebagai benda abstrak yang tidak boleh dicederai oleh luka.

Kapasitas hati dalam mencintai itu tak terhingga tetapi harus diingatkan bahwa hanya kepada satu orang saja kita menitipkannya. Sama halnya dengan rindu yang mewangi bersama petrichor. Entah itu pagi, senja atau saat malam bercengkerama dengan bintang. Semuanya saling berkaitan dengan cinta dan ketulusan. Bukankah akan sagat romantis jika wangi petrichor dinikmati oleh dua orang yang saling menyayangi?

Lembaran rindu kini selalu rapat dan tidak punya spasi, seperti hujan dengan petrichornya yang teratur jatuh namun bersedia menjadi materi perwujudan puisi bagi seseorang yang paling dikasihi. Hujan memang tidak pernah alpa memberi intonasi pada Bumi. Seperti kamu yang tidak pernah sekalipun berhenti didegup oleh hati ini.



You May Also Like

2 komentar

  1. Aku suka aroma petrichor, apalagi sekalian ikut ujan-ujanan ah jadi kangen masa kecil :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ujan-ujanannya pasti cuma pake singlet doang ya?

      Hapus