PAYUNG AWAN

by - 20.02

Sebuah payung adalah patron keteduhan untuk mencegah sengat dan serpihan hujan mengenai tubuh. Benda itu juga melindungi meski tak terlalu handal menyekat suhu entah itu ketika terik mencubit kulit atau saat angin kencang menerbangkan partikel air langit dan mendaratkannya ke punggung tangan. Paling tidak, sebuah payung adalah barikade penjaga raga.

Kurasa, dirimu adalah payung awan yang sangat teduh. Kamu seperti cermin tarsah di mana ketika kulihat refleksinya, yang tampak adalah apa yang kubutuhkan dari seseorang. Mungkin juga bisa diartikan lebih kepada apa yang kuingin lakukan kepada seseorang yang olehnya hatiku dimiliki dengan utuh. Seperti cinta, kekaguman, kepatuhan dan pengabdian tanpa letih.

Payung awan dengan eksistensi materi asap bersih tentu saja adalah protektor dengan efek pukau yang sama sekali tidak sederhana. Layaknya rindu yang abstrak, payung awan teduh penahan bayangan akan menjaga apa yang dilindunginya dengan sangat teliti. Dia menempati urutan pertama sebagai rasa yang terlahir dari hati.

Bukankah cinta itu seperti payung awan yang putih bersih dan hanya dapat disentuh oleh yang percaya pada kekuatannya meski ia sangat halus? Dia juga sama dengan renjana, yang ketika hadir bersama senja atau guyuran hujan deras menghadirkan memori-memori manis yang tidak akan pernah dapat dilupakan. Dia juga sama dengan secangkir kopi pekat yang diseduh bersama prosais penghuni surga.

Setiap kali kaki melangkah, aku berterima kasih kepada Tuhan karena payung awan teduhku menemani dan melindungi dari cuaca hati yang sedikit tidak ramah. Aku tidak keberatan dengan cahaya panas, juga pada gigil saat rinai mendarat di atas Bumi. Bagiku cukuplah kamu dengan  keteduhan istimewa. Cukuplah kamu sebagai teman hidup yang menggenapi derap dengan hitungan yang sama.

You May Also Like

0 komentar