MY DOPAMINE

by - 20.11

Kemungkinan bagi seseorang untuk menjadi dopamin bagi orang yang dikasihinya lumayan tinggi. Barangkali persentasenya sampai di level paling atas. Berkutat memunguti rindu yang tercecer dengan jumlah tak terhitung bisa saja melelahkan, tapi tidak untuk mereka yang mendapat kadar dopamin yang cukup untuk diubah menjadi energi. Bagiku, kamu adalah dopamin terbaik yang mengenyangkan saat aku lapar, mengenyahkan dahaga saat aku merasa haus dan energi tambahan di saat letih mulai mengganggu.

Hari ini tidak lebih senyap dari 24 jam yang lalu. Bising. Berisik. Meski jalanan berdebu diberi kesejukan sesaat setelah hujan jatuh dan melapisi tanah dengan zat basah, aku masih gusar akibat terlalu lama berdebat tentang rindu. Meski pohon peluruh di musim gugur berjatuhan pasrah dan mendapat predikat sebagai pemandangan terindah, aku masih saja mengomel tentang apa yang harus kulakukan jika tak tahan setiap kali menginginkan senyummu. Otakku juga berisik dijejali keinginan yang terus saja merajuk untuk bertemu denganmu. Apa sel-sel yang bertebaran di dalam struktur pusat pengaturan metabolisme yang dinamai sebagai otak itu tidak paham bahwa aku juga sudah tak tahan ingin melihatmu?

Aku sudah lama tahu bahwa cinta membutuhkan intensitas aktifitas untuk mengatur kestabilan aspek-aspek di dalamnya. Romantisme, harapan, doa, kesetiaan dan keyakinan. Intensitas itu, kurasa, mau tidak mau berupa sentuhan secara fisik setelah dibagi kepada sentuhan secara batin. Aku butuh bahumu yang tegap itu. Aku butuh punggung hangatmu untuk menyandarkan tubuh ketika terlalu letih mengurusi sendu, dan aku butuh dekapanmu setiap kali kapasitas mimpi meminta ruang yang lebih luas tanpa kata ambigu.

Kamu, dopamin terkuatku, adalah pemilik rindu yang ketika kuletup dengan sengaja malah membuatnya berubah berbahaya. Aku kesulitan mengendalikan rasa, aku kehabisan cara menyingkirkan air mata. Aku yang membuat rindu itu lebih sangar dari sebelumnya. Jadi sebelum benda itu lebih liar, temui aku secepatnya. Dan kujamin, aku akan lebih lembut saat mendekapmu di hadapan senja yang selalu setia menunggu.

You May Also Like

4 komentar

  1. Pelukan hangat dari seorang ibu adalah dopamin paling tinggi dosisnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget. Selalu paling hangat ga tergantikan

      Hapus
  2. Tulisannya bagus :) Aku bahkan tergelitik ketika menemukan kata 'sangar' di atas. Benar-benar diksi yang menarik, kau penyuka senja, juga pecandu dopamin. Penikmat senyum lelakimu..

    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih udah sempetin baca yaa. Aku jatuh cinta pada senja tapi terpaksa kuselingkuhi dia. Ada lelaki bermata teduh yang menculik perhatianku sampai senja harus cemburu.

      Hapus