KERTAS CINTA

by - 19.35

Tuhan tidak pernah meleset menuliskan nama-nama dengan jiwa yang sama di atas kertas cintaNya. Barangkali bisa kusebut kondisi tersebut sebagai permulaan jodoh, juga permulaan cinta yang dibarengi rindu ketika benda itu lahir. Lalu saat tersadarkan, renjana diam-diam mencuri hati seseorang dan memaksanya bermutasi menjadi sosok yang menggilai prosa.

Ketika Tuhan menulis bait-bait tentang makhlukNya, kurasa langit berada pada kondisi paling prima dan utuh. Aku bisa menghirup wangi ilalang yang ditaburi bubuk senja, juga serpihan kopi yang dibaurkan di atas karpet padang pasir. Angin menari dan sampai pada titik sempurna layaknya surga. AKu jadi tahu bahwa setiap fase waktu memiliki sebutan khas sendiri-sendiri.

Angin siang semulia rona jingga dan udara malam sesuci pagi. Aku suka saat radar langit sedikit pekat. Situasi seperti itu mengizinkanku untuk meneduhkan perasaan yang saat ini sedang kuurai menjadi puisi. Remah-remah bintang di atas sana kemudian jatuh di belakang teras kediaman tempat kita tinggal, diam di atas teras yang kokoh meski terbuat dari kayu. Mereka rebah bersama pasukan rindu untuk pelantun mimpi paling lugu. Kamu.

Kertas cinta Tuhan bisa saja ditiru manusia secara diam-diam. Sehening hujan...bukankah harapan terhadap seseorang terkadang hanya butuh senyap tanpa gerakan? Mungkin tak terdeteksi, tetapi langkahnya tegap dan sangat pasti. Seperti mata dan bibirmu yang teduh, aksara di dalamnya berima layaknya sajak yang disandingkan semampai dengan nirwana. Aku pun bertutur pelan kepada jarak dan waktu yang sedang menyeimbangkan pertemuan kita berdua. Kita harus memklumi jika dia belum dapat mengeja aksara. Katanya, tunggu saja.






You May Also Like

2 komentar

  1. Kertas cinta, kertas yang tertulis dengan cerita-cerita yang kita buat sendiri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa kamu sudah membuat kertas cinta milikmu sendiri? Hehe

      Hapus