KAMU DAN RINDU ITU

by - 21.06

Sendiri berdiri di atas sebuah trotoar mimpi yang tersengat cahaya matahari. Menyilaukan mata dan membuatku memicing. Tak ada pohon di dekatku, hanya ada semen beku.

Tegar jiwa tetap tegak menanti langkahmu yang biasanya melewati tempatku menapak di batas bunga tidur. Aku yakin keteduhanmu akan mengalahkan mentari yang menyengat, seperti hari kemarin dan minggu sebelumnya. Aku teduh ketika kau berjalan melewatiku dan tersenyum. Bayanganmu pun masih menempel dengan tubuhku. Sekali lagi, rindu itu bertambah.

Perasaan yang timbul dari hati terpaksa tercecer di setiap tempatku berhenti melepas peluh karena sudah terlalu menumpuk. Persepsiku mengenai rasa sudah berubah. Tidak lagi statis, tidak lagi stabil. Semuanya berkesinambungan meski selalu menyiksa hati. Dan ingatanku atasmu tak membuatku menyerah dan meletakkan berjuta partikel rindu yang memenuhi aliran darah. Semua orang mengatakan aku gila. Tapi tidak. Aku sadar tentang siapa yang kuinginkan.
 

Penantian panjang tak pernah membuatku berpikir untuk bertekuk lutut pada lelah, tak pernah membuatku mengeluh dan  berhenti menghembuskan harapan. Tenang saja, aku tidak akan berlutut kepada siapapun. Aku hanya akan bertekuk lutut padamu, yang diizinkan Dia untuk memiliki tubuh dan jiwaku.

You May Also Like

4 komentar

  1. Gilaaaa. Mbak Agia produktif nulis banget. habis itu, puitis abis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ODOP, mas...hahha one day one post. Tapi kl lagi kalap suka lebih dari 2 atau 3. Puitis?? Kwkkw efek kangen suami. Oia aku blm komen di blognya mas, dr kmrn susah kl komen dr hp.

      Hapus
  2. partisipasi yok di liebster award, selamat yah? salam blogwalking. http://hadigaptek.blogspot.in/2014/11/liebster-award.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Weeew gue dapet lagi??? Oke meluncuuur

      Hapus