GERBANG RINAI

by - 20.15

Mendung adalah suhu dingin yang menjadikannya kondisi terbaik untuk meminta dekap. Dekap dari lengan paling hangat. Menurutku mendung adalah gerbang hujan dan media paling netral untuk berkhayal. Apapun yang kita mau akan tersampaikan kepada langit saat mendung terlampir. Saat khayal melambung, sepertinya aku tidak bisa melupakan selimut karena benda itu berhak tahu apa kenapa aku senyum-senyum sendiri. Aku menyertakannya dan membisikkan apa saja yang sedang kuinginkan.

Saat ini, aku menginginkanmu. Melalui mendung dengan gulungan awan bersahutan, rintik hujan tersampaikan dengan setia tanpa penghalang. Langit kelam ini pun tidak pernah kelelahan saat menyampaikan rima-rima denotasi mengenai mengapa kita merindukan dan dirindukan seseorang. Sekali lagi, saat ini aku sedang menginginkan lelaki-ku di sana berada dekat denganku tanpa sekat.

Setelah mendung sebagai gerbang, hujan berbulir deras tanpa hentidan kuharap kamu ada di sini lalu akan kupeluk sampai pagi. Potensi mendung begitu jelas menyebutkan daftar khayal setiap manusia. Aku ingin ada musik jazz di teras belakang rumah, dengan sajian pasta mengepul yang ditabur keju. Aljabar mungkin akan sedikit terlupakan karena aku sedang malas berpikir. Aku hanya ingin merasakan bagaimana mendung dan hujan menganalisa sastra dan mencibir jika hasilnya buruk atau membingungkan. Tapi paling tidak, mendung adalah kondisi terbaik yang diciptakan Tuhan agar manusia sejenak melupakan penat dan menulis surat cinta melalui telepati kepada siapapun yang dikagumi.

Untuk gerbang rinai, kau tidak usah resah. Setiap jiwa yang berbisik doa kepada penciptanya akan selalu menganggapmu sebagai sahabat termulia yang meneduhkan terik. Tanpamu, emosi dan obsesi takkan bisa berbaikan. Melalui dirimu, setiap degup jantung akan dapat mengungkapkan cinta kepada makhluk pujaannya tanpa harus membisikkannya diam-diam.


You May Also Like

0 komentar