FLASH FICTION: THE PAIN

by - 12.32



Satu-satunya fakta yang bisa diangggap normal dalam situasi yang sedang kau alami saat ini  adalah kau bukan pengidap klaustrofobia. Jika iya, otakmu akan berlabel waras hanya sampai sepuluh menit saja. Rasa sakit yang luar biasa ditambah ruang gelap pengap minim ventilasi sempurna membuat sendi-sendi tubuhmu makin kaku. Barangkali sesaat lagi otot-otot kakimu mengalami kontraksi dan akan sukar digerakkan kembali.

Kau sendirian, mengerang, air mata ditahan sekuat tenaga dan hanya Tuhan saja yang bisa dimintai bantuan. Kau memang selalu menempatkan Dia di daftar terakhir. Manusia selain dirimu sama sekali tak bisa diandalkan. Hati menggumam bahwa perih ini jauh lebih baik ketimbang diselingkuhi. Jiwa meraung mengakui bahwa ini lebih menyedihkan dibanding menerima kenyataan bahwa kau adalah lelaki korban patah hati. Tidak. Tidak boleh ada yang tahu derita apa yang sedang kau tahan saat ini. 

Tangis pecah dan kau tersentak kaget saat mendengar pintu digedor kencang dari luar.

“Ton..lama amat sih lu di dalem?? Lu ngapain? Cepetan gue mau mandi nih..!!” kakakmu berteriak kesal.
“Bentaaar!! Keras niiih…ga bisa keluaaar..!!” jeritmu sambil mengejan.

You May Also Like

2 komentar

  1. Sering tuh temen gue kayak gitu :D

    -www.fkrimaulana.blogspot.com-

    BalasHapus
  2. Coba diminumin obat apaaa gitu mas

    BalasHapus