ES KRIM DAN KAMU

by - 19.59

Es krim yang kau belikan terasa seperti vanila murni dengan taburan walnut dan dilumuri saus frambos. Sangat menyenangkan bagaimana benda dingin itu lumer di mulutku, juga menelusuri sela-sela jariku karena terbias cahaya mentari yang mengubahnya menjadi cairan yang meleleh.

Aku selalu gembira saat benda itu ada di tanganku, lalu bertingkah seperti gadis kecil polos dan sedikit ceroboh karena tak keberatan dengan kesan lengket akibat es krim dalam genggaman. Kunikmati sambil melihat orang-orang yang berjalan melewati tempatku duduk. Wajah mereka sangat tidak asing dan menatap  lalu berlalu seolah sudah terbiasa dengan sikapku yang kikuk.

Aku tak pernah keberatan dengan itu. Tetap kubiarkan es krim terus meleleh sambil tertawa dan sesekali memandangi air mancur yang letaknya hanya tiga meter di depan. Aku tak sempat memusingkan apa yang dipikirkan orang-orang tentang bagaimana aku tersenyum dan menyembunyikannya, bersedih dan membuangnya, melonjak kegirangan dan tetap ceroboh, juga kecewa dan berpura-pura semua baik-baik saja. 

Aku tidak membiarkan semua itu hadir terlalu lama karena ada kau di sebelahku, yang juga menggenggam corong es krim dan melontarkan tebak-tebakan yang jawabannya kau buat sendiri dengan cara yang asal-asalan. Itu menjengkelkan karena aku selalu kalah dan kau mengejekku dengan tawamu yang khas.
 
Tahukah kau? Itu menyegarkan jiwaku setiap detik, membuatku melupakan semua yang menghimpit sel-sel otak dan hati seperti halnya kesejukan es krim yang selalu kita biarkan meleleh membasahi jemari. Ah..sepertinya besok-besok aku ingin es krim stroberi dengan taburan kismis. Rasanya pasti asik. Maukah kau menikmati es krim lagi bersamaku?

You May Also Like

2 komentar

  1. wahhhhhhh ademmm benerr baca tulisan kakak, jadi berasa ketemuannya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiiih semoga ademnya punya rasa kayak es krim yaa hehee

      Hapus