LANGIT TEDUH UNTUK SUAMIKU

by - 15.05

Siang ini mendung. Rinduku berserakan, berantakan hingga memenuhi ruangan. Bantu aku punguti, karena benda itu tak hentinya bertambah setiap hari. Meski direpotkan oleh rindu yang tak tertahankan, aku tak pernah keberatan. Mereka semua rasa indah dariku untuk kamu. Aku suka jika langit sedang teduh begini. Rasanya sama seperti ketika menatap jauh ke dalam matamu. Aku ada di pantulan lensa itu, bayanganku berada satu kasta dengan eksistensi tanpa ada sedikitpun ragu.

Mendung bukan lagi tentang awan yang berkumpul membentuk gugusan cakra, tapi kini lebih tentang kamu yang aku mau untuk memelukku setiap waktu. Mendung juga bukan lagi tentang bintang yang tersembunyikan sejak kamu ada, tetapi kini tentang kamu dan tawa di sampingku sehingga aku memahami apa itu bahagia.

Mendung bukan suram, mendung juga bukan pekat. Mendung adalah awal dari hujan yang selalu memberi kesempatan sempurna untuk membuatmu mendekapku sangat lama. Terkadang mendung mengundang kantuk. Jika sudah begitu, aku jadi merengut akibat jauh darimu. Aku belum bisa lagi merasakan begitu berharga saat jemari ini digenggam kamu karena jarak sedang sedikit sentimentil.

Kau tahu? Mendung itu baik. Teduhnya adalah inspirasi untuk ide-ide yang bertengger sepi agar mau dijadikan puisi. Mendung juga mendesakku untuk memunguti lagi rindu-rindu itu. Baru kutinggal sebentar untuk menulis, mereka bertambah banyak dan kamarku penuh sesak. Bagaimana dengan kamu? Apakah pasukan rindu juga berbaris rapi di depan pintumu? Beritahu aku, biar kusampaikan salam dari mereka untuk formasi rindu di kamarku.

You May Also Like

4 komentar