AKU INGIN HUJAN TURUN

by - 06.45

Aku ingin hujan turun. Itu saja. Beberapa orang menilai hujan hanyalah air yang mampir untuk menyeimbangkan kadar kelembapan Bumi, tapi bagi beberapa orang sentimentil, hujan bukan hanya benda mati. Dia bergerak dan selalu hadir sambil membawa berbagai kudapan. Kebahagiaan, rindu, kesedihan, juga cinta.

Aku juga sedang merindu. Apakah rindu punya frekuensi? Kadar? Level? Menurutku iya. Kalimat aku suka hujan dan aku sangat suka hujan tentu saja memiliki nilai yang jauh berbeda. Sama dengan rindu. Aku rindu kamu dan aku sangat rindu kamu tentu saja berada di kelas yang tidak sebanding. Jika mau, kadar rinduku dapat kau ukur dari banyaknya rintik hujan yang turun. Itu tidak banyak, tapi sangat banyak. Aku tidak bisa mengurangi kadar rindu yang amat sangat itu meski terkadang rindu yang diterima tidak sebesar rindu yang diberikan.

Itu menyedihkan. Segelintir manusia di sudut kota tanpa nama punya simpanan rindu yang tidak akan terhitung saking banyaknya. Diberikan kepada satu orang saja yang justru tidak memahami betapa menahan rindu yang banyak itu lumayan sakit. Ada yang ingin rindunya diketahui orang-orang sekitar, tapi ada juga yang lebih suka menyembunyikan. Ada yang senang hati dan bangga ketika rindunya kepada seseorang diikrarkan di hadapan banyak teman, tapi sebagian lagi memilih tidak menunjukkannya karena malu.

Persediaan rindu milikku juga sangat banyak. Aku menginginkan yang setara, tapi jika rindu yang kuterima hanya setengah dari rindu yang kuberikan, barangkali langit mengujiku untuk lebih tegar dan sabar. Jika yang kuterima setara atau bahkan lebih, maka hidupku sempurna.

Aku ingin hujan turun. Itu saja. Dia teman dingin yang paling mengerti apa itu rasa sakit dan sesak. Dia juga tidak antipati terhadap cinta yang menggebu di jiwa-jiwa. Jika seseorang berkata cinta kepadamu di hadapan dunia, maka balaslah dengan cinta dengan level sama. Namun jika seseorang berkata cinta padamu tanpa ingin seorangpun tahu, barangkali memaklumi dan belajar mengendalikan kesedihan adalah jawabannya.Bukankah cinta adalah sebuah pengertian?

Aku ingin semua orang tahu bahwa aku mencintaimu. Aku tidak ingin seorangpun tahu bahwa aku mencintaimu, cukup kamu saja yang mendengar gaungnya, orang lain jangan. Dua kalimat bertolak belakang tergantung manusianyanya. Cinta akan tetap ada meskipun salah satu pemiliknya harus lebih pengertian dibandingkan yang satu lagi.

Cinta dan hujan adalah satu. Kuharap nanti aku bisa melihat hujan turun dengan seseorang di sampingku. Kamu.


You May Also Like

6 komentar

  1. Hujan nikmat Tuhan yang sering dicaci, padahal ketidak hadirannya sering dirindukan.
    Dalam hidup hujan dan rindu kadang menjadi satu :3

    post yg keren, salam kenal yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah mau mampir ya salam kenal jg

      Hapus
  2. semua orang jg rindu hujan apabila tanah udah kering kerontong nyari air aja susah.. udah ngga pandai syukur lagi??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya ALLAH yang bersyukur masih banyak kok

      Hapus
  3. Saya ingin agar semuanya diberi dalam taraf yang pas, tidak lebih dan tidak kurang. Seperti hujan yang tidak terlalu lebat tapi tidak juga gerimis. Tapi entah kenapa saya malah merasa jadi manusia yang egois.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi terkadang gerimis itu manis, dan hujan lebat membuat semuanya tesapu sampai bersih

      Hapus