LONG DISTANCE LOVE

by - 10.56

Jemariku masih belum lelah mengutas kalimat menjadi alinea untuk seseorang yang jauh di sana. Tepat satu minggu aku harus bersabar tidak mendapatkan wangi nafasnya, tidak didekap feromonnya yang membuatku gila, juga absen mendengar tawanya yang renyah akibat lelucon bodohku yang menurutnya sangat lucu.

Cangkir putih polos berdiri tepat di sebelah laptopku yang menyala sejak beberapa jam lalu. Cappuccino dengan bongkahan balok-balok es kecil dan sedikit asimetris itu membuat permukaan cangkirnya berembun dengan cepat. Jengah. Basah.
Aku sedang memintal renjana untuk dia yang sudah diizinkan Tuhan menyentuh jiwaku. Sesekali kusesap cairan penenang itu agar paling tidak, sendi-sendiku yang ngilu akibat tekanan rindu bisa sedikit lemas dan santai.

Setelah dimiliki seseorang, aku menyadari bahwa mencintai merupakan satu-satunya perasaan terdalam yang bisa dialami seseorang. Lalu dicintai, adalah sebuah kebahagiaan di mana segala campuran kebaikan dan kekurangan diterima dan dimaklumi dengan baik. Sedangkan saling mencintai adalah anugerah yang tak ternilai bagi dua hati yang menginginkan satu sama lain.

Mencintai dia, dicintai olehnya, dan sama-sama saling mencinta tak ubahnya seperti mengalami sensasi ekstrim setiap hari. AKu tidak pernah tahu ada kondisi seperti itu setelah dihalalkan oleh seseorang. Tentu saja, karena aku baru merasakannya sekali ini. Baru kali ini. Saat mentari mengetuk jendela, dia lebih dulu mencumbu mimpiku sampai aku terkesiap dan bangun sambil tersenyum. Saat jemarinya erat mengapit jemariku, kehangatan perapian Chojna terkalahkan dengan telak dan membuatku kecanduan setengah mati.

Jarak kini sedang bermain-main di larik langit, menguji seberapa sabar penantian yang menyusup di antara dua nama. Tapi  jarak sebenarnya bukan halangan. Dia hanya selingan yang dibubuhkan waktu untuk membuatnya tetap konsisten menguji manusia. Tak apa, lagipula surat cinta yang kutulis dengan tetesan awan sudah kuselipkan di antara perkamen-perkamen di dalam genggamannya. Dia sudah tau dan membacanya. Lalu kejutan datang dengan bisikan manis dan membuat kami makin saling memiliki. Cinta, tak akan pernah pergi dari mereka yang merawatnya tanpa henti.




You May Also Like

0 komentar