KAMU: CAPPUCCINO LEGITKU

by - 23.51

Bagiku, jiwa dan ragamu seperti cappuccino hangat dengan rasa legit yang tak bisa kutolak. Menemukan referensi ketenangan jiwa melalui sepasang mata dengan kelembutan murni sama seperti mendapatkan relaksasi saat menikmati minuman kesukaan. Dalam hal ini, cappuccino menjadi sesuatu yang paling eksotis dibandingkan machiato ataupun vanilla latte yang sebetulnya sangat menggoda.

Menyamakanmu dengan legitnya secangkir cappuccino sepertinya sedikit tidak adil, sebab saat disesap, perpaduan espresso dan susu tentu saja tak sebanding dengan nikmatnya ulasan senyumanmu. Lebih manis dan agak berbahaya karena membuatku ketagihan.

Kamu, cappuccino legitku dengan detail rasa yang sanggup merefleksikan senja secara utuh tanpa retakan cerita ambigu mengenai rindu yang tertahan atau pertemuan yang harus tertunda. Melalui wangi kepulan hangatmu, sangat mustahil menampik setiap analogi mimpi ketika cangkir putih itu tersaji dengan isi berwarna kecoklatan layaknya sonata yang diracik begitu kuat.

Secangkir cappuccino yang diinterpretasikan sebagai kamu adalah keinginan atas hasrat untuk saling menyapa dalam nyata. Aku menginginkanmu tanpa ada lagi perantara. Aku merapal namamu saat aroma pekat itu merasuk ke dalam indera. Kemudian jiwa tersadar, bahwa setiap hari aku ingin selalu menggenggam senja dan kamu ada di sampingku berceloteh tentang bagaimana minuman kesayangan bisa mewakili perasaan.

Cinta juga sama seperti kamu dan cappuccino. Di dalamnya ada campuran detak, bubuk renjana, harapan dengan takaran yang sangat pas, juga doa-doa yang membuatnya menjadi satu sajian terlengkap yang pernah ada. Untuk kamu cappuccino hangat-ku, setiap regukan adalah kedamaian prima. Untuk kamu cappuccino legitku, cinta adalah kadar kesempurnaan ketika meracik dua jiwa menjadi satu dan membuatnya berdampingan. Sepersekian detik akan melebur dan berpadu tanpa kelancangan dan egoisme sehingga rasa yang satu tidak lebih dominan namun saling merekatkan. 

You May Also Like

4 komentar

  1. Wih...ini kalau udah halal. Inspirasinya dari misua :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok tau? Ini memang inspirasinya dari suamiku mas hehe. Kami trpaksa ldr-an dlu krn dia kuliah di luar negeri

      Hapus
  2. Udah ada objek yg jelas yaa...kemana tulisanmu bermuara kalo udah punya suami :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sista cantik...pasti ke dia lagi dia lago hihihi

      Hapus