HUJAN, CINTA DAN SECANGKIR KOPI

by - 22.25

Hujan, cinta dan secangkir kopi berdiri di podium teratas sebagai hal-hal yang bisa menjadi dopamin hati. Tidak ada yang mengalahkan satu sama lain, tidak ada kemenangan murni yang terwakili satu substansi. Ketiganya memiliki tempat yang tak bisa digantikan. Setiap elemennya memiliki aristokrasi yang serupa dengan Moonlight Sonata dan mahakarya Monet yang tersohor sejak lama.

Cinta punya efek penenang, sedangkan hujan dan secangkir kopi dengan wanginya yang khas adalah pemilik strategi yang lumayan bagus untuk memintal doa, sekerat harapan, segenggam rindu dan jurnal tentang jingga di ufuk barat. Yang kutahu, penyimpan memori bukan kotak rahasia, tetapi rintik hujan yang dengan kebisuannya menyimpan kata. Begitupun dengan malam, di mana pelengkap enigmanya bukanlah mimpi, tetapi secangkir kopi yang dibalut memoar sepi.

Kamu dan nama yang tersemat di dalam aliran darah itu adalah manuskrip bintang langit yang sangat sesuai bila disandingkan dengan kesejukan hujan dan kelembutan dedak kopi. Esensimu adalah orbit tempatku berpijar bersama renjana yang merakit.

Kamu dan oktaf di pita suara itu adalah referensi terlengkap sebagai perkamen berharga untukku dalam membaca frasa dan klausa tentang cinta saat hujan datang. Ketika rinainya jatuh dan sesapku menikmati secangkir kopi, terkadang ada perdebatan di sana, tentang mana yang lebih pekat. Butiran halus sang pekat yang diseduh senyap ataukah rindu untukmu yang selalu kurekat? Hujanlah yang punya jawaban atas kalimat dengan akhir tanda tanya itu. Dia bilang keduanya setara.


You May Also Like

2 komentar

  1. Keren heee, kadang hujan itu membuat kita bisa mendapatkan ide unk menulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasiih. Iya bener...hujan itu membawa inspirasi

      Hapus