VENUSTAS MUSIM SEMI

by - 15.36

Banyak hal memiliki venustas yang menunjang keindahannya hingga terurai murni dan alami. Venustas adalah estetika yang menjadikan benda punya etika layaknya anekdot mengenai aristokrasi penyair amatir yang berusaha diingat oleh mereka yang membaca rima. Pun tak jauh beda dengan musim semi yang dianugerahi venustas sedemikian rupa oleh Dia. Sisihkan dulu musim dingin bersalju yang mengalahkan ketegasan hujan. Saat ini gradasi Lavender yang ditempa cahaya dan Oak yang berparas klasik lebih persuasif untuk dibahas dan dipuja.

Tidak akan ada yang mencela musim semi. Tak mungkin ada yang culas akibat terluka di musim ini. Saat pemandangan tak lagi tentang hitam dan putih, hati akan bersedia tersenyum untuk musim semi. Aku penasaran bagaimana cantiknya sebuah tempat jika dikaruniai musim hangat ini.

Katanya, Hardangerfjord di bulan Mei konon berwajah nirwana karena musim semi sedang berlabuh. Perbedaan suhu yang mencolok setelah musim dingin lama menetap menjadikan rentang waktu dua musim tersebut begitu dinanti. Setelah Lavender, Salvia dan Oak yang berpasangan dengan Maple, musim semi menjadi objek penggugah antusiasme pengagum Monet untuk mengabadikannya di atas kanvas dengan cat lukis kualitas prima.

Musim semi, musim di mana puisi mekar dengan diksi dan talenta baru. Musim semi, di mana prosa-prosa Renaissance dipugar dengan metafora yang bereinkarnasi. Pantas, venustas musim semi diartikan begitu dalam oleh banyak filsuf dan pujangga yang menderita kasmaran akibat cinta yang hanya mengutip setengah nalar.

Suatu saat nanti, aku akan bisa menatap musim semi. Dengan hati, sekeranjang kue, coklat lezat...dan kamu yang menggenggam jemariku erat.

You May Also Like

2 komentar

  1. Oke banget bahasanya. Sampe sedih gitu. (Sedih gk ngerti)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha saya juga sering tu sedih ga jelas. ga ngerti hehe. Oh iya makasih udah mampir dan kasih komentar yaa

      Hapus