PETRICHOR DAN ASTERIK

by - 10.43

Petrichor bisa diartikan sebagai raksi atau wewangian dari hujan yang jatuh di tanah kering. Kondisi di mana tanah memiliki sensasi bau kombinasi rumput dan tanah basah dengan esensi aneh tapi manis. Eksotis. Dinamis. Menurut gue petrichor sangat sempurna kalo dicampur dengan perkamen baru dan tinta yang mengorasi puisi tentang hati. 

Dari yang gue baca, petrichor itu gabungan kata petra yang artinya batu dan ichor yang dideskripsikan sebagai cairan yang ngalir di pembuluh darah para dewa. Uwiiiw...substansinya aja keren gitu, pantes efek yang dihasilkan petrichor selalu bikin gue nyaman dan tenang tiap kali datang. Bisa gue asumsikan bahwa ichor pun mengandung intisari Ambrossia yang para dewa konsumsi. Saiiiiik!!

Petrichor muncul dari minyak yang keluar dari tumbuhan tertentu yang ketika diserap tanah dan batu saat kondisinya kering lalu minyak itu dibaurkan ke udara dengan campuran beberapa senyawa lainnya kayak geosmin dan...voila...jadilah petrichor yang wanginya khas, antik, unik dan bisa disebut lawan seimbang bau pistachio panggang yang ditabur di atas kue coklat dengan selai green tea pekat. Ughh...bikin gue ngiler tuh.

Gue bisa sangat toleran saat hujan deras yang mengalir bersama petrichor. Keadaan singularis kayak gitu mendominasi otak gue untuk lebih banyak mengguratkan prosa atau hanya tulisan ga bermakna di atas perkamen yang baru gue beli. Ada lebih banyak ingatan yang kembali pulang saat petrichor memencet bel pintu rumah, salah satunya adalah ingatan gue tentang asterik yang ditransformasikan kepada seseorang yang kini sudah berjalan menjauh sambil menenteng sekoper ketenangan.

Asterik adalah bintang yang gue simpan rapat di kotak penyimpanan di langit sana. Kehangatan cahayanya sama dengan kehangatan yang diradiasi perapian di bulan Desember ketika Bremen dan Heidelberg lagi asik disalami musim dingin. Asterik masih tersimpan bersama pintalan elegi, senyuman dan deretan buku-buku tentang mitologi Yunanni juga astronomi yang sedang rajin gue baca akhir-akhir ini.

Petrichor dan asterik ga bisa gue pisahkan begitu saja. Setiap kali petrichor datang, asterik muncul. Asterik pergi sebentar, petrichor ngikutin. Jadi gue rasa, ketenangan absolut bisa didapatkan dari hal-hal sederhana yang kita anggap unik dan kita olah dari beberapa materi abstrak. Petrichor dengan aroma partikularnya, asterik dengan sabdanya yang berbentuk cahaya. Gue suka cara petrichor dan asterik menenangkan kondisi. Gue suka semua yang dibawa petrichor dan asterik saat gue minta mereka membuang sepi. 


You May Also Like

0 komentar