LOVE...SECRETLY

by - 23.21

Diam bukan berarti tidak peduli. Terkadang yang mengamatimu tanpa kamu tahu adalah yang paling lirih mendoakan.

Pernah dengar tentang cinta dalam diam? Aku sering sekali mendengarnya. Entah itu dari lisan seorang anak Adam ataupun dari reinkarnasi para Hawa. Di setiap kisah cinta kehidupan antara jembatan Bumi dan langit, pasti akan selalu ada satu nama manusia yang tidak akan pernah bisa dihilangkan. Dia yang terhebat karena dapat menghadirkan tawa dan tangis di waktu yang bersamaan. Dia tidak mempan dihapus oleh waktu sekalipun dicoba berkali-kali tanpa berkesudahan. Banyak yang mengatakan bahwa waktu adalah penyembuh paling ampuh. Memang, tapi dia penyembuh sementara dan parut tidak akan bisa dienyahkan, hanya dapat memudar.

Ketika seseorang yang istimewa terlibat dalam buku cerita cinta dan sulit dilupakan, maka satu-satunya jalan agar tidak terluka terlalu parah adalah justru dengan tidak berusaha melupakannya. Semakin keras usaha untuk menyisihkan, semakin dalam dan pekat ingatan yang dirasakan. Kalau memang tak dapat dilupakan ya jangan dilupakan. Biarkan dia tinggal karena jiwanya berhak untuk tetap menetap. Pilihannya hanya di mana. hatimu? Atau pikiranmu?

Kurasa, menghilangkan seseorang dari ingatan dengan cara paksa hanya akan mengundang luka baru. Memori adalah substansi yang kuat dan tak terduga. Memori adalah utusan paling menyedihkan, monolog yang terucap dari alam bawah sadar dan bisa saja lepas kendali jika tidak dikontrol dengan bijak. Meski begitu, dia berperan sebagai kekuatan yang mengokohkan hati untuk terus bertahan hidup.

Cinta dalam diam, sebagaimana yang kusebut di atas, lebih kepada rasa yang diendapkan oleh nurani yang sedang menangis. Cinta dalam diam mungkin adalah cinta senyap yang paling manis sekaligus menyakitkan. Sebagian orang tidak menyadari ketika mereka dicintai dalam diam oleh seseorang yang luput dari pandangan. Tentu saja mereka tidak tahu karena doa lah yang paling berperan dan itu cara seseorang mencinta apa yang tidak bisa dimilikinya. 

Memangnya senja harus selalu tahu bahwa dia diinginkan setiap pantai yang di ufuknya jingga tampak mempesona? Memangnya awan harus selalu tahu bahwa dia diagungkan bintang yang tersembunyi lintasan rasi yang mencegahnya datang menghampiri? Memangnya kau harus tahu bahwa aku menyimpan kotak cinta untuk kutunggu penutupnya dibuka olehmu? Seseorang mencintai senja secara sembunyi-sembunyi. Dia tidak harus terlihat untuk dikatakan ada. Kadang, punggung senja tampak lebih mempesona dibandingkan mata dan bibirnya. Maka dari itu, cinta disembunyikan agar tak menimbulkan sakit dan kepedihan.

Bagi sebagian orang yang lebih memilih diam, maka cinta tak harus selalu diutarakan. Entah mana yang lebih sakit. Tidak mengungkapkan cinta yang sudah sejak lama ada, atau mengucapkan dengan resiko tidak diperhitungkan sama sekali karena yang dicinta bersahabat dengan jiwa yang lain? Well, kurasa memang banyak yang memilih mencinta diam-diam dan menikmatinya sendirian. Bagaimana denganmu? Apakah kamu pecinta dalam diam? Atau...pemberani yang tak segan mengungkapkan perasaan?


You May Also Like

2 komentar

  1. bagus kak, ngerasain ini juga sih huhu :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayooo cinta diem-diem sama siapa niiii? Hahaha

      Hapus