KOTAK RINDU

by - 23.51

Welcome to the real life...di mana dunia bukan lagi tentang es krim dan bianglala.

Saat jakun mulai tumbuh atau gadis-gadis mulai kecentilan dengan racun warna-warni yang disebut alat polesan, itu adalah hal rumit sederhana yang dapat diuraikan, dideskripsikan, dijadikan bahan analisa yang jawabannya mudah ditemukan setelah mencari. Tetapi cinta adalah pertanyaan dengan jawaban beragam yang paling sulit yang pernah diajukan. Apa yang kau tahu tentang cinta? Aku tidak tahu. Kau bagaimana?
Memasuki dimensi baru yang penuh dengan manusia-manusia unik artinya adalah pikiran dan hati yang harus siap dengan hidup yang di dalamnya bukan lagi tentang es krim dan bianglala. Bukan lagi tentang bermain layang-layang sampai sore menjelang. Bukan lagi tentang bercengkrama dengan hujan dan tidak ada yang melarang. Itu dunia yang sangat menyenangkan yang akan terenggut atau lebih indah saat cinta hadir menyapa.

Cinta datang dengan satu paket utuh berbentuk kotak yang di dalamnya terdapat berbagai macam rasa. Salah satunya adalah rindu. Rindu yang belum pernah terjamah, rindu yang sangat sulit didefinisikan oleh kata. Hanya hati yang mengetahui bagaimana rupa rindu. Dia punya mata, telinga, bibir dan senyuman yang membuat tubuh oleng seperti orang mabuk, membuat kacau pikiran dan buyarnya konsentrasi. Itu kesalahan rindu. Kesalahan yang yang jadi favorit setiap manusia yang beruntung dapat merasakannya pada orang yang tepat.

Lalu bagaimana jika rindu yang kau kirimkan itu salah sasaran? Bagaimana jika rindu yang dilepaskan busur justru menancap di tubuh seseorang yang kini berlari ke tempat teduh lain dan bukan kamu? Jelas sekali efek yang akan timbul. Sakit. Perih. Barangkali awalnya rindu itu milikmu. Tapi karena berbagai hal, yang kau rindukan berpaling pergi dan tidak mau kembali.

Rindu memang terkadang jahat. Hati-hatilah terhadapnya. Dia licik, culas, meskipun sejujurnya memang sangat menggoda untuk dinikmati berlama-lama. Tetapi sekuat apapun mencoba, ada kalanya seseorang digariskan untuk tidak lagi menjadi yang terpenting bagi yang dirindukan hatinya. Jika fase itu datang maka jangan melawan. Terima dan ikhlaskan agar tidak terjadi luka yang lebih dalam dari sebelumnya. Jangan menambah rasa sakit dengan berbalik tetapi teruslah berjalan. Lewati apa yang harus dilewati, jangan pikirkan apa yang memang tidak harus masuk ke dalam pikiran. Jika mau tahu, sakit hati akibat rindu yang tak terbalas memiliki level sendiri-sendiri tergantung berapa banyak luka yang ditambah dengan sengaja. Potensi nyeri akan lebih besar jika terus saja mendatangi tempat di mana yang kau rindukan tinggal.

Bukankah hanya kita sendiri lah yang bisa mengendalikan rasa sakit di dalam hati? Lalu manakah yang akan kau pilih: tetap merindu yang dicintai atau menyimpan rasa ke kotak yang datang bersama cinta tempo hari?







You May Also Like

9 komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Suka banget sama kata2nya. Keren!

    Salam dari Galassia del Sogno | http://gebrokenruit.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih udah mampir dan kasih komentar yaaa...nanti aku meluncur..

      Hapus
  3. Ah, ini kok pas banget sama posting terbaru saya hahaha setiap kali saya kangen, saya lebih suka nulis (dan memang bisanya cuma nulis). Daripada galau ngga jelas, 'dia kangen aku ngga ya' kan lebih baik produktif :))
    Siapa tahu setelah yang dikangeni baca tulisan kita, ternyata kangen juga sama kita hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya? Hahaha blom pernah berkunjung ke blognya sista...nanti aku baca ya

      Hapus
  4. Rindu salah sasaran. Keren :D Main-main juga di http://gobloghaydar.blogspot.com/ Makasih :)

    BalasHapus