LETTER OF APRIL (7): KAMUFLASE

by - 21.26

Dear kamu-ku,

Aku mau menghilang. Aku mau diam. Di luar sana jangkrik-jangkrik bertautan. Aku suka ramai, namun tidak untuk sekarang. Aku capai. Aku tidak menemukan ruang dan waktu untuk melesat jauh tanpa dilihat orang. Menjadi raib itu sama sekali tak membosankan. Ingin kulakukan agar jejak tak dicegat sesuatu yang menyedihkan. Kau tahu? Aku bosan menangis semalaman. Aku mau santai. Aku ingin sembarang. Tapi aku harus tetap tersenyum dalam perih dan hantaman.

Malam-malam sebelumnya tenang. Tak seperti pagi, sore dan saat ini yang begitu mengekang pikiran. Lalu aku harus kepada siapa untuk berang? Apakah berteriak kepada laut akan mengantarkan waktu yang lama dijerang? Kepada perapian yang berkecipak dengan api menyala? Kepada tembok bangunan dengan cat pudar yang tak terawat? Atau kepada udara yang menghidupiku dengan desir dan dingin di indera peraba?
Kita tidak sama. Aku lebih dalam rasa, sedangkan kau hanya menganggapnya biasa.

Bintang berkelontang menyeruku untuk terus berpijar. Tak bisa jika hanya ada lentera dari satu genggaman cahaya. Aku membutuhkan cahaya lain darimu untuk menjauhkanku dari tekanan. Aku ingin damai. Jiwaku butuh kesenyapan.

Detik ini dan beberapa waktu ke depan aku ingin tertidur di atas dipan dan suara-suara terlampir berisik. Tak mengapa karena sesekali ingin diusik. Paling tidak, aku ingin bicara bahwa aku ingin menjadi yang didamba, menjadi subjek pertama yang ada di kalimat awal surat rindu seseorang. Tetap tak tergantikan, meski harus menghilang lalu muncul sebagai periang.


You May Also Like

6 komentar

  1. ngebayangin bintang yang berkelontang :D

    setiap orang ingin menjadi subyek pertama dalam sepucuk surat dari orang yang dirindukannya saya kira :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya, kayaknya tuh bintang sama dengan rantang deh. Berkelontang kwkwkw

      Hapus
  2. ya klo rantang berkelontang klo disambar kucing tetangga, klo bintang klo berkelontang yang nyundul siapa hayoo? :))

    BalasHapus
  3. Aku mau menghilang, pengen diam..
    just it i want.. :)

    BalasHapus