LETTER OF APRIL (4): AGONY

by - 19.37

Dear kamu-ku,

Tahukah kamu bahwa timbangan kebahagiaan dan kesedihan tidak pernah timpang? Keduanya seimbang dan tak pernah saling berang. Hanya saja manusia bodoh sepertiku terlalu egois untuk menginginkan hanya kebahagiaan yang bermassa lebih berat ketimbang yang satunya. 

Tanganku terluka pagi tadi dan ngilunya terhubung kepada ulu hati. Awalnya memang ada keluh dan rintih. Namun saat kusadari bahwa mengeluh adalah kesalahan fatal, maka perjanjianku denganNya adalah mengubur letih menanti dan kesah jauh di dalam timbunan mimpi. Aku akan bersembunyi jauh dari pandangan, lalu menunggumu mengulurkan tangan dengan waktu luang yang dulu tak pernah kudapatkan.

Pengorbanan untuk tak lagi melontarkan rengekan adalah kekuatan bagi beberapa orang. Dengan membiarkan diri sendiri terluka namun yang dicinta bahagia, rasa sakitnya lebih dalam namun kelegaan datang lebih cepat dan benderang. Apa daya, diamku adalah pilihan agar tak lagi merasakan sedu sedan.

Tahukah kamu, seorang perempuan tak butuh kalimat-kalimat bertautan di atas selembar perkamen yang diusung senyuman. Dia hanya membutuhkan satu kata saja. Satu kata yang menyiratkan bahwa kau peduli dan tak melupakan. Lihat? Perempuan adalah selembar kertas yang berisi kata kunci menuju labirin sunyi. Kau akan kesulitan menemukan titik jantungnya jika hatimu tak mampu mendegupkan detak.


You May Also Like

2 komentar