KAMU DAN PISTACHIO

by - 22.37

Cinta tidak pernah tawar. Dia memiliki seribu rasa yang mengharuskan lisan lebih peka dan bijaksana. Bagiku, rasa dari keelokan jiwamu identik dengan pistachio yang pasrah mendarat di atas macaroon kesayangan. Saat melihat jauh ke dalam matamu pun, rindu terlucuti tanpa perlawanan. Lalu seperti biasanya, aku harus bereinkarnasi merasakan getirnya damba yang tak tersampaikan saat jarak menculikmu tanpa sepengetahuan. 

Cinta dan rindu menghayat di dalam netra hati. Jasad hanya menunjukkan ekspresi kata, namun ruang-ruang kosong di dalam jiwa merasi apa yang dideskripsikan rindu untuk kamu yang tak terjangkau indera. Ah, tak apa. Paling tidak, pistachio kesukaanmu adalah penyulih terbaik bagiku untuk menepi dari sunyi. Entah itu ketika aurora turun saat fajar, saat matahari berpijar, ataupun di mana rasi bintang membentuk inisial nama yang selalu kuujar.

Aku suka pistachio dan bagaimana teksurnya mengubah pandanganku tentang eksotisme karya nirwana. Konsepnya tentang komposisi rindu yang melilit pikiran dan meluncur ke tenggorokan sama seperti kamu ketika mampir di bunga tidurku. Sayang sekali aku tidak dikasihani sehingga terus saja tersiksa oleh keinginan menggelora untuk menyentuh napas itu, napas lelaki yang aku mau.

Kamu dan pistachio, pengingat paling hebat yang mengantarkan cinta untuk aku si perempuan pengais rindu.





You May Also Like

4 komentar

  1. asiiiik daah......ada yg lagi kangen berat neeeh kayakya....hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe sssst jangan berisik fiiik kedengeran hansip loh

      Hapus
  2. hahaha......mana, mana hansipnya?.....biariiin....gue teriak aaah.... 'wooooooii....si ziya lagi kangeeeeeeen' hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeeee ya jangan ke hansip juga kali. Kwkwkwkw

      Hapus