DAMASKUS MENCOBLOS

by - 13.26

Buset daaah...bentar lagi nyoblos. Kalo di endonesah kita milih perwakilan rakyat tanggal 9, lain halnya dengan temen gue yang sekarang lagi menuntut ilmu di Damaskus. Itu loh, ibukotanya Syria yang deketan ama Kali Condet sebelah sana dikit. Gitu deh pokoknya. Berhubung blom pernah nginjekkin kaki gue yang mulus ini ke Damaskus, gue ga tau gimana situasi kondisi juga kebudayaan di sana. 
Temen gue yang ngendon sebagai mahasiswa di Damaskus bernama Raden Muhammad Misbahuddin. Nama depannya sama kayak nama depan gue. Kita jadian aja, yuk? Eeeh salah fokus. Ehem. Di sana, pemilihan caleg diadakan tanggal 3 April. Gue ga tau persis kenapa tanggal 3. Tapi gue sih punya feeling kalo nih orang suka ama gue, secara gue suka angka 3 #salah fokus lagi.

Misbah, panggilan temen gue ini menggunakan hak pilihnya meski sedang berada di luar negeri. Beda lagi kalo dia sedang berada di luar angkasa. Pasti susah nyoblosnya secara kertas-kertas pada melayang. Aslinya orang Jakarta, sehingga otomatis dia memilih caleg dapil Jakarta II untuk luar negeri, bukan caleg dapil Sumedang atau Papua. Pantesan dia juga ga milih caleg wilayah Damaskus pelosok karena bukan asli warga sana.

Usut punya usut, Misbah ini tergabung dalam KPPSLN atau Kelompok Penyelenggara dan Pemungutan Suara Luar Negeri. Bisa dilihat dari dress code-nya yang rapi dan super necis kayak direktur yang hendak meeting di kantor perusahaannya. Gue pikir KPPLSN itu singkatan dari Kelompok Penyanyi Pria Sederhana Lincah Nian. Ternyata bukan. Untung gue nanya dulu ama Misbah. 

Wah keren juga ya bisa jadi panitia pemungutan suara? Kalo gue dari dulu selalu kepilih jadi panitia 17-an atau acara ibu-ibu PKK. Seperti kita tau pemilihan caleg menentukan perubahan bangsa juga. KPPLSN ini juga mengakmpanyekan agar para pemilih memilih dengan bertanggung jawab alias non golput.

Bagi banyak orang, pilihan caleg yang terlalu banyak itu bikin bingung, bikin ga mau mikir dan akhirnya memutuskan untuk ga nyoblos daripada pusing dan depresi. Namun golput sama sekali bukan pilihan bagus. Temen gue yang satu ini pun ga mau haknya sia-sia. Meski sedang berdomisili di negeri nun jauh di mato, dia mau menunjukkan kalo warga negara endonesah di luar negeri pun perduli dengan kemajuan ibu pertiwinya. Dia juga ga keberatan untuk dapet giliran nyoblos paling akhir, soalnya kan panitia jadi harus mendahulukan rakyat sebelum dirinya yang maju. Ga lupa Misbah eksis poto-poto sebagai tanda bukti dia abis nyoblos. Tapi gue penasaran karena dia ga nunjukkin jarinya yang bernoda tinta. Jangan-jangan abis nyoblos dia nyelupin jari ke selai stroberi. Hihihi.

Pokoknya salut deh sama mahasiswa Indo yang lagi di luar negeri. Bagaimanapun, bangsa ini ada di tangan kita, rakyatnya, jadi kita harus bahu membahu memperbaiki bangsa yang udah bobrok sedemikian rupa. Tsaaah.

Temen gue aja yang di luar negeri menggunakan hak pilihnya, kenapa kita ngga? Apa kata dunia??


You May Also Like

8 komentar

  1. GOLPUT juga pilihan kok ☻☻

    *GOLPUT: Golongan Pemungut Uang Tunai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha wah bisa banget tuh singkatannya hehe. Oia makasih udah mampir ya

      Hapus
  2. Yuk ikuti, giiveaway berhadiah CD Original @onedirection dan pulsa http://t.co/VbMOKQ77C5 Ajak teman-temanmu sebanyaknya dan menangkan hadiahnya!

    BalasHapus
  3. kalo di Melbourne malah pemilihannya baru kemaren mbak :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo di Belanda sama Manchester kapan? Ada sepupu2 saya di sana mas

      Hapus