SESAK CEMBURU

by - 19.43


Aku tidak pernah tahu apa yang dilakukan bangsa lelaki saat mereka cemburu. Cemburu adalah sesak yang datang menghampiri tanpa kita siap dengan obat penawar. Serasa ada cekat di tenggorokan, menutup jalan napas dan yang ada hanya perih. Ingin menangis namun air mata masih menahan diri tak menyerpih. Cemburu adalah dilema, antara berpura-pura tersenyum menahan rasa sedangkan pembicaraan tetap mengalir baik-baik saja, ataukah mengatakan sejujurnya lalu percakapan menjadi canggung karena ada dinding pemisah?



Untukku, memilih untuk berpura-pura tersenyum adalah hal yang amat sangat sulit untuk diambil. Cemburu tidak akan pernah bisa membunuh seseorang dengan segera, hanya saja rasa sakitnya di sela-sela darah yang mengalir lalu berhenti di pusat jantung akan membuat tubuh demam beberapa waktu. Demam yang tak biasa, menggigil membuat sakit kepala, menyelinap tanpa kata, berdalih cerdas untuk menyembunyikan apa yang dirasakan sesungguhnya.

Cemburu, memikat sekaligus berbahaya saat tak tersimpan dalam wadah yang benar. Satu keadaan jiwa patah perempuan diuji tetap kuat dan terkontrol dengan rapi. Lalu ketika menggelegak, perempuan akan menangis agar hati tak terlalu merasa sakit.

Cemburuku kepada waktu, jarak dan keadaan di mana indera perabaku belum diizinkan menyentuhmu. Di mana udara yang dihela paru-paruku belum diberi kebebasan untuk berbagi nafas denganmu. Meski masih dapat kukendalikan, cemburu tetap akan selalu membuat otakku menjadi bodoh. Tetap mencinta, asalkan hatimu untukku sepenuhnya.

You May Also Like

1 komentar