SECANGKIR JINGGA

by - 21.34

Kusesap secangkir jingga merah, meramunya dengan desir lautan dan pasir yang menggelitik jemari kaki. Ada segenggam sore yang ingin kunikmati dengan mendengar riuh rindu meski berjeruji. Renjanaku tak setengah-setengah, menghimpit benak yang sedari tadi ingin menyampaikan puisi untuk mimpimu di jarak jauh sana.

Raksi senja dan garam laut setidaknya adalah keseimbangan perpaduan kata di kamus rima. Mirip sinopsis sebuah buku cinta saat dua manusia saling mendoakan untuk cepat bertatap mata. Aku dan elemen kersik menyanjungnya karena begitu rupa. Setiap kali hampa, keluh kesah mengutip apa yang ingin didetak hati karena jauhnya depa antara dirimu dan jiwa.

Jika saja kau dekat, aku ingin meminta untuk mendengar degup itu, degup jantung yang menyesakkan pikiranku setiap kali mengingatmu. Hanya mengingat dan tak bisa menyelinap. Bodohnya aku, tak meminta malam untuk memutasi hujan di depan jendela kamarmu, atau menitipkan kasta senja yang kini ada di hadapan nafasku.

Ombak membuyarkan lamunan, menuai jingga senja dan cangkirnya yang kokoh mempesona. Aku menunggu untukmu untuk hadir dan bersamaku melihatnya menghitam dan digantikan bintang. Setiap hari, menit dan detik akan menciptakan kenangan-kenangan baru, di mana hanya ada kamu, aku dan makhluk-makhluk mengagumkan yang menari bersama laut dan warna merah itu.




You May Also Like

4 komentar

  1. "Ada segenggam sore yang ingin kunikmati dengan mendengar riuh rindu meski berjeruji"...mantaaaaapppp
    memang pantai selalu istimewa karena disanalah kita bisa menikmati kebersamaan dari dua hal yang sesungguhnya berjauhan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi anehnya aku tidak pernah benar-benar ke pantai. Aku lebih sering berbisik dengan pepohonan di bukit pegunungan.

      Hapus
    2. di pantai tempat bercerita dan belajar percaya..
      di gunung tempat merenung dan belajar waspada..
      di kasur tempanya tidur ngk pake mendengkur..
      diriku kayanya udah ngantuk dan mari kita tidur...hhahha

      Hapus
    3. Di pantai tempat debur bersayupan, di gunung tempat suara dan jingga terlihat bermesraan. Hahaha yaah si Boot udah ngantuk

      Hapus