LELAKI KOPI: KESEMPATAN KEDUA

by - 14.16

Dear Lelaki Kopi,

Kabarku baik, sahabat. Sedikit kesal karena hormon perempuan sedang berantakan, menggelegak tak karuan, bikin pusing orang sekitar. Terima kasih atas suratmu beberapa menit yang lalu. Aku senang sekali. Itu surat pertama yang masuk khusus untukku, yang kau kirim dan tepat terdampar di kotak pos elektronik yang tak seberapa bagus ini. Kau berpugar padaku tentang menunggu sebagai alas tahta untuk kesetiaan. Hmm...aku suka penjabaranmu tentang penantian. Seperti halnya aku setia memberikan celoteh dan lelucon-lelucon bodoh untukmu saat aku sempat. Hei, kau masih ingat candaanku tentang duduk di atasmu di dalam sebuah angkot yang penuh sesak tadi malam, kan? Hihihi.

Kubaca suratmu, Lelaki Kopi sahabatku. Aku menyerap tiap detak kalimat dan denyut paragraf yang kau susun dengan hatimu. Aku jadi tak tega saat kau meminta sesuatu yang buatku adalah hal yang paling bikin malas. Aku memang gadis manja dan suka merajuk. Tapi aku akan luluh tak berdaya jika sudah dibujuk oleh orang-orang yang bagiku, berharga.

Iya, sudah agak lama sejak pertemuan pertama kita di jembatan sastra itu baru kau mengirim surat padaku. Arrghh...mengapa lama sekali? Padahal kutunggu dekat danau sambil makan kuaci. Sekarang benda lezat itu sudah habis. Tapi untunglah, suratmu datang tepat waktu sehingga bibirku tak harus kelu dan mengeluh pilu. 

Meski ini pertama kali setelah pertemuan itu, tapi aku masih selalu ingat dan menanti kayu-kayu sajakmu mengikir kesenyapan hatiku dan menjadikannya riang dengan puisi bertagar tak berbatas waktu. Ah, Lelaki Kopi...kau ini sedikit menjengkelkan karena entah mengapa aku tidak bisa menolak permintaanmu untuk memberi kesempatan kedua kepada si teman yang mengecewakanku. By the way, mantra apa yang kau rapal? Hehehe.

Lelaki Kopi-ku...

Terima kasih atas suratmu. Aku sangat senang. Kau tahu? Aku berjingkrak seperti gadis kecil yang baru saja diberi banyak permen lolipop yang berwarna-warni. Besok, aku kirim surat lagi. Boleh?

You May Also Like

6 komentar

  1. Suka banget balasanmu yang ini Ziy, hehehe. Keren banget. Mau kirim surat besok atau kapan juga boleh :) Tapi bukannya lebih baik tak sesering makan kuaci? hehehe
    Mengapa kita tak sekalian saja kita berbagi cerita? Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha aku akan mengirim surat padamu setiap akhir minggu. Bagaimana, Lelaki Kopi?

      Hapus
  2. suratnya bagus ya. bisa mendayu-dayu gitu. terasa ada nadanya. keren mbak

    BalasHapus