LELAKI CAPPUCCINO

by - 22.40

Pagi itu aku melihatnya. Kulit kecoklatan dengan siluet awan mengabur di depan pekarangan. Tatapan matanya yang tersenyum mengingatkanku kepada kue renyah yang dipanggang rona. Caranya menatap langit sama seperti caraku menikmati keheningan hutan dan pantai. 
Aku suka dia, lelaki perpaduan buih putih manis dengan jubah kearifan yang sangat menawan.

Setiap pagi dia menatap kabut tanpa menghiraukan dinginnya fajar. Dia tak pernah berbicara, namun menggunakan kacamata bingkai patahnya yang gundah sebagai pembawa pesan bahwa dia tak ingin diganggu rinai. Lelaki itu, rambutnya sedikit terjuntai dan menyukai gadis cerdas. Sesuatu seolah mengganggunya setiap pagi dibawa embun. Kurasa si gadis tak melihatnya datang, terhalang ksatria-ksatria syair yang menawarkan oase ditengah rumpun.

Dulu dia adalah teman. Tetapi kini tak ingin diriku menyapa gurat-gurat ekspresinya meski dia berdiri setiap kali kulewati pelangi. Dia, makhluk yang terkalahkan oleh keegoisan. Seniman yang terluka, prajurit culas yang dulu kusanjung dan kusangka kawan. 
Sebetulnya dia bisa saja sangat berharga, tetapi berakhir seperti secangkir cappuccino murahan tanpa aroma dan estetika. 

Kulihat lagi dia setiap pagi di tempat yang sama. Tadinya ingin kurapal sang nama, namun kuurungkan karena tak pernah kutemukan guna. Biarlah dia dengan ketidakpekaan sajak yang kuhatur, tak peduli tertinggalkan oleh detik-detik yang mengukir kenangan persahabatan yang terukur.
Aku benci dia, lelaki perpaduan elok padang pasir dengan senyum dingin yang tengah kulupa.

You May Also Like

8 komentar

  1. Pertamax.. asyik..

    @Jangkaret

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaah ternyata akun Gagal Move On ini nama aslinya mas Arfan ya? Hahahaha asiiik udah tau ni sekaraang hehehe

      Hapus
  2. zztt zztt :-=

    kayaknya nih blog bisa jadi tempat sya blajar untuk merangkai kata-kata.

    eh aku punya cerita nih,cerita pilu saat nyari buku km di gramedia. :D Nyari bukunya susah banget, sampai-sampai 5 pegawai gramedia pusing nyarinya. Karena mereka nyarinya di Genre Novel, eh ternyata genre Islami -_- bner ya genre Islami ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih masukannya ya, iya ni makanya yg itu mau aku keluhkan ke penerbit hehehe kasian pembaca bingung nyarinya

      Hapus
  3. Untung aku termasuk pembaca yg sabar. hahaha

    BalasHapus